Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

INI PENJELASAN KEMENHUB SOAL KAPAL PESIAR YANG LINTASI PERAIRAN RAJA AMPAT PAPUA

INI PENJELASAN KEMENHUB SOAL KAPAL PESIAR YANG LINTASI PERAIRAN RAJA AMPAT PAPUA

JAKARTA (14/4) – Belum lama ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa terdapat kapal pesiar yang dianggap misterius yang melintasi kawasan wisata Raja Ampat di Papua Barat. Terkait hal tersebut, Kementerian Perhubungan pun angkat bicara menjelaskan informasi tersebut.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjelaskan bahwa kapal pesiar tersebut hanya passing (melintas) di perairan Raja Ampat dan tidak berlabuh jangkar. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Vessel Traffic Service (VTS), kapal pesiar tersebut merupakan kapal yang berangkat dari Australia menuju ke Pelabuhan Benoa Bali dimana saat itu kapal tersebut melintasi kawasan perairan Raja Ampat dan tidak berlabuh jangkar disana. Demikian disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko di Jakarta, Selasa (14/4).

Dirinya mengungkapkan bahwa kapal pesiar tersebut bernama Kapal Azamara Journey. “Kapal tersebut berangkat dari Australia pada tanggal 4 April 2020 menuju ke Benoa Bali,” katanya.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengklarifikasi informasi yang beredar bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan AIS (Automatic Identification System). “Kapal tersebut terdeteksi oleh AIS dan kapal ini juga telah melaporkan posisinya melalui agennya PT BEN. Sampai saat ini kami belum melihat pelanggarannya, karena haluannya juga dilaporkan dan terverifikasi,” katanya.

Selain itu, kapal pesiar Azamara Journey ini juga telah mendapat ijin untuk masuk ke perairan Republik Indonesia melalui sistem CAIT (Clearance and Approval for Indonesia Territory) di Kementerian Luar Negeri. “Otoritas Pemerintah setempat pun telah mengetahui informasi kedatangan kapal tersebut,” tuturnya.

Adapun di Pelabuhan Benoa, kapal tersebut akan lego jangkar di kolam pelabuhan sebelum bersandar di dermaga. Nantinya, tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan KSOP Benoa akan memastikan kesehatan ABK kapal tersebut sesuai protokol kesehatan Covid-19 dan SE no 13 tahun 2020.

Pada kesempatan ini, Capt. Wisnu meminta kerjasama semua pihak untuk menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya ditengah masa pandemi Covid-19 seperti ini.

"Mari semua pihak saling menahan diri dan memastikan kebenaran informasi yang didapat sebelum menyebarluaskan ke pihak lain. Kita sama-sama bekerjasama menjaga suasana agar kondusif di tengah kondisi pandemi Covid-19," tutup Capt. Wisnu.

 

Reaksi dan Komentar