Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Integrasikan Kawasan Wisata, Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

Integrasikan Kawasan Wisata, Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

​Labuan Bajo – Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai terminal penumpang untuk mengintegrasikan kawasan wisata yang ada di Labuan Bajo. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja bersama Presiden RI Joko Widodo di Labuan Bajo, Kamis (11/7).

Sebelumya saat berkunjung ke Pulau Rinca sekaligus meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Presiden Joko Widodo mengatakan ingin melakukan pembenahan di kawasan sekitar Labuan Bajo dilakukan agar masing-masing kawasan wisata terintegrasi. 

"Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya. Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya. Karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium," tutur Jokowi.
WhatsApp Image 2019-07-11 at 16.22.49.jpeg
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menhub mengatakan akan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai pelabuhan khusus penumpang. Sedangkan, terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke pelabuhan lain di sekitar kawasan Labuan Bajo.

"Pelabuhan sekarang ini sudah menjadi magnet. Disini ada kapal barang dan kapal penumpang. Ada banyak yacht, pinisi, seperti kita lihat ini kan indah sekali. Karena ini sedemikian indah, maka kita memang harus menata secara lebih detail agar ini menjadi suatu yang bisa diandalkan," ungkap Menhub.

"Untuk itu terminal barang, kapal barang, kegiatan truk yang luar biasa itu akan kita pindah,"  tambahnya.

Menhub mengungkapkan, rencana pemindahan pelabuhan barang juga sudah disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
WhatsApp Image 2019-07-11 at 16.22.49 (1).jpeg
"Kami mendapatkan dukungan dari Pak Gubernur, untuk memindahkan pelabuhan barang ke dekat sini. Kira-kira jaraknya 15 km dari sini," ungkap Menhub Budi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H.Purnomo menjelaskan, selain akan melakukan pemindahan pelabuhan barang, pihaknya juga akan melakukan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Labuan Bajo dalam jangka pendek dan menengah. Diantaranya yaitu memperpanjang dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter, memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter, pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka menengah akan membangun terminal penumpang baru. (LNM/RDL/YSP/HA)



Reaksi dan Komentar