Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Intensifikasi Transhipment, Pelabuhan Tg.Priok Jadi Hub Internasional 0

Intensifikasi Transhipment, Pelabuhan Tg.Priok Jadi Hub Internasional 0

JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi Hub Internasional melalui intensifikasi transhipment dengan direct call (pelayaran langsung) jarak jauh. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menghadiri Trial Inspection Kapal CMA-CGM Titus di Dermaga Jakarta International Container (JICT), Jakarta, pada Minggu (9/4).


Dalam kesempatan tersebut, Menhub menjelaskan upaya yang dilakukan Pemerintah agar kapal-kapal besar bersandar di Pelabuhan Indonesia. 

"Pertama, bagaimana kita mengumpulkan barang-barang yang ada di seluruh indonesia. Kedua, bagaimana kita mengefisiensikan biaya-biaya yang ada. Ketiga, bagaimana kita mempersingkat proses kerja di sini," jelas Menhub.


Lebih lanjut, Menhub menyampaikan Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, Pelabuhan, Syahbandar, dan pihak terkait melakukan efisiensi. Apabila kapal-kapal besar sering datang dan tambah banyak, berarti efisiensi yang dilakukan berhasil. 

Menhub juga berpesan agar Pelindo II dapat meningkatkan efisiensi dan sinergitas baik secara internal maupun eksternal, agar kebanggaan, efisiensi dan produktivitas meningkat.

Untuk pertama kalinya, pada hari ini (9/4) Pelabuhan Tanjung Priok dilayari oleh kapal besar dengan kapasitas 8500 TEUs yang direncanakan memiliki weekly call (sandar mingguan). Kehadiran kapal kontainer tersebut merupakan hasil kerjasama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC dengan perusahaan pelayaran asal Perancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

"Saya atas nama Pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi kepada Pelindo II yang bisa bekerja sama dengan CMA-CGM. Ini merupakan satu prestasi, satu langkah quantum leap yang membanggakan," jelas Menhub.

CMA-CGM membuka service baru, yakni Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services. Service ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat dengan menggunakan kapal berkapasitas 8.500 TEUs.

Menhub juga menjelaskan Trial Inspection Kapal CMA-CGM Titus hari ini untuk mempersiapkan inagurasi oleh Presiden Joko Widodo yang direncanakan akan dilaksanakan pada 23 April 2017 mendatang.

"Tanggal 23 April kita akan mengundang Bapak Presiden ke dermaga JICT, karena ada pengangkutan dengan jumlah logistik yang sangat signifikan. Ini akan secara intensif kita lakukan. Kita akan efisiensikan rupiah-rupiah yang tercecer di sini, supaya pengangkutan menjadi lebih murah. Kita juga ingin mengumpulkan barang-barang dari banyak pelabuhan agar transhipment di Tanjung Priok meningkat," jelas Menhub.

Jumlah bongkar muat perdana untuk diangkut ke Amerika Serikat adalah sebanyak 2.300 TEUs dengan komoditas barang ekspor-impor di mana sebagian dari muatan sebanyak 22% diantaranya merupakan barang-barang hasil transhipment dari sejumlah pelabuhan domestik di Indonesia. Aktivitas bongkar muat direncanakan selesai dalam waktu 24 jam dengan menggunakan empat unit Gantry Luffing Crane (GLC).

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya berharap kehadiran kapal raksasa dapat memicu hadirnya kapal-kapal raksasa lainnya singgah di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami berharap kapal-kapal raksasa lainnya singgah di Tanjung Priok, agar sesuai dengan harapan Pemerintah, Tanjung Priok benar-benar dapat menjadi pelabuhan transhipment besar di kawasan Asia," ujar Elvyn.

Sementara itu, Bozianu Veronica, selaku Kapten kapal menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Indonesia karena telah merealisasikan kerja sama ini.

"Kami sangat bangga, hari ini adalah pengiriman yang terbesar. Kami berencana untuk meningkatkan kapasitasnya. Kami sangat berterima kasih kepada Indonesia, karena telah merealisasikan kerja sama ini," tutup Veronica.​

Reaksi dan Komentar