Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

JAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIA

JAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIAJAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIAJAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIAJAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIAJAKARTA MASUK KE DALAM JAJARAN KOTA MARITIM TERKEMUKA DI DUNIA

JAKARTA (14/5) – Jakarta masuk ke dalam daftar 50 kota maritim terkemuka di seluruh dunia berdasarkan jurnal berjudul Leading Maritime Cities 2024, yang dirilis oleh Perusahaan Manajemen Risiko DNV GL dan Konsultan Menon Economis dengan sumber data berasal dari Clarkson Research.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, mengungkapkan bahwa dalam jurnal ini Jakarta menempati peringkat 1 sebagai Kota dengan Kantor Pusat Perusahaan Pelayaran terbanyak di dunia. Jakarta memimpin indikator ini dengan 261 perusahaan pelayaran terdaftar di sana. Sebagian besar dari kapal-kapal tersebut adalah kapal berukuran kecil, yang beroperasi secara regional melayani kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan. 

“Selain itu, Jakarta juga masuk ke dalam 15 besar pada 2 indikator lain, yakni Ukuran Armada (CGT) yang dimiliki oleh pemilik kapal yang terdaftar di kota tersebut, serta Ukuran Armada (CGT) dikendalikan oleh pemilik kapal yang terdaftar di kota tersebut,” kata Antoni.

Indikator-indikator inilah, menurut Antoni, yang membawa Jakarta masuk ke dalam 15 besar kota yang menjadi Pusat Pelayaran Utama di dunia, bersama dengan Singapura, Athena, Tokyo, Shanghai, Hamburg, London, Copenhagen, Rotterdam, Hongkong, Oslo, Seoul, Dubai, Beijing dan Maseille. Pusat Pelayaran Utama ini merupakan salah satu dari 5 pilar yang digunakan untuk menentukan peringkat 50 Kota Maritim Terkemuka di Dunia.

“Banyaknya perusahaan pelayaran yang berlokasi di suatu kota tentunya dapat memberikan perspektif yang berbeda mengenai komunitas pelayaran dibandingkan dengan nilai kapal dan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Antoni menambahkan, jurnal Leading Maritime Cities 2024 ini sudah memasuki edisi ke-6 sejak dikeluarkan secara berkala setiap dua tahun sekali pada tahun 2012 lalu.  Pemeringkatan di dalam jurnal dilakukan berdasarkan kombinasi data-data objektif yang diperoleh melalui sumber-sumber internasional terkemuka dan penilaian subjektif dari para ahli untuk mengevaluasi dan membuat tolak ukur 50 Kota Maritim Terkemuka.

“Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan bottom-up, mengambil 15.000 kota yang mempunyai aktivitas maritim, untuk kemudian disaring menjadi 50 kota berdasarkan indikator objektif maritim terhadap 4 dari 5 Pilar, yakni Pusat Pelayaran, Keuangan dan Hukum Maritim, Teknologi Maritim, dan Pelabuhan dan Logistik,” terangnya.

Selanjutnya, penilaian subjektif dilakukan oleh 190 ahli maritim di seluruh dunia terhadap pilar ke-5, yakni Daya Tarik dan Daya Saing, untuk kemudian dikombinasikan dengan data objektif dan digunakan untuk menentukan peringkat 50 kota maritim terkemuka di dunia.

Antoni beranggapan, masuknya Jakarta sebagai salah satu dari 50 Kota Maritim Terkemuka di dunia ini, harus dijadikan dorongan dan motivasi bagi Indonesia untuk terus berbenah dan berkembang dalam industri maritim. Apalagi penelitian mengungkapkan, bahwa pusat perdagangan internasional secara bertahap bergerak ke arah Timur atau Asia, dengan semakin banyaknya pemilik kapal yang bermunculan dari wilayah ini. Pergeseran ini tentunya diharapkan dapat mengangkat kota-kota maritim di Asia di dalam perdagangan maritim global.

“Oleh karenanya, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kapasitas kita, baik dalam hal inovasi teknologi, sumber daya manusia, serta kebijakan-kebijakan dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berwawasan lingkungan. Sehingga kemudian dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing yang bisa membawa tidak hanya Jakarta, namun kota-kota lain di Indonesia menjadi Kota Maritim Terkemuka di dunia,” tukasnya. (MYN/MM/HB)

Reaksi dan Komentar