Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

JELANG ARUS MUDIK, DIRJEN HUBLA TINJAU KESIAPAN TRANSPORTASI LAUT DI PELABUHAN KALIANGET

JELANG ARUS MUDIK, DIRJEN HUBLA TINJAU KESIAPAN TRANSPORTASI LAUT DI PELABUHAN KALIANGETJELANG ARUS MUDIK, DIRJEN HUBLA TINJAU KESIAPAN TRANSPORTASI LAUT DI PELABUHAN KALIANGETJELANG ARUS MUDIK, DIRJEN HUBLA TINJAU KESIAPAN TRANSPORTASI LAUT DI PELABUHAN KALIANGET

Sumenep (31/3) – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana transportasi di Pelabuhan Kalianget Jawa Timur, jelang berlangsungnya arus mudik lebaran Tahun 2024, Minggu (31/3).

 

Pelabuhan Kalianget menjadi salah satu pelabuhan di Jawa Timur yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang kapal laut di masa mudik lebaran. Sebagaimana yang diprediksi juga terjadi di sejumlah pelabuhan di Indonesia seperti di Belawan, dan Batam.

 

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Hubla ingin memastikan infrastruktur dan pelayanan di moda angkutan laut telah siap untuk menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat dalam masa arus mudik lebaran. Khususnya, pada kesiapan armada yang tersedia, serta skenario penanganan angkutan lebaran di wilayah Jawa Timur dan Bali.

 

Dalam tinjauannya, Capt. Antoni memberikan pengarahan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut yang ada di Provinsi Jawa Timur, diantaranya yaitu: KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Kelas IV Kalianget, Kantor UPP Kelas III Sapudi, dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Sumenep beserta Forkopimda Kabupaten Sumenep, serta PT. Pelindo Cabang Sumenep.

 

“Potensi lonjakan pergerakan masyarakat yang akan mudik di Jawa Timur ini sangat tinggi, oleh karenanya kami terus berkoordinasi intensif dengan operator transportasi yang ada di sini, untuk memastikan persiapan dilakukan dengan baik, agar pelaksanaan arus mudik dan balik berjalan dengan aman dan memberikan kesan yang baik di masyarakat,” ujar Antoni.

 

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Perhubungan Laut juga melakukan pengecekan kesiapan KMP. Munggiyango Hulalo milik PT. ASDP dengan tujuan Pelabuhan Jangkar.

 

“Aspek keselamatan pelayaran harus yang paling utama. Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipasi lainnya juga telah disiapkan dalam menghadapi lonjakan penumpang dan peningkatan pergerakan kapal laut, diantaranya dengan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check, dan mengoptimalkan pengoperasian kapal,” tuturnya. 

 

Capt. Antoni juga telah meminta operator pelayaran untuk mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang yang signifikan, dengan melakukan re-routing kapal-kapal ke daerah yang penumpangnya padat. Sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan kapal yang dapat membahayakan keselamatan.

 

Dengan tingginya animo masyarakat untuk mudik pada tahun ini, Ia kembali mengingatkan agar para Unit Pelaksana Teknis melakukan sosialisasi yang masif terkait ketersediaan tiket mudik gratis. 

 

“Masyarakat harus paham langkah-langkahnya seperti apa sehingga dapat terhindar dari para calo yang memanfaatkan momen mudik ini,” pungkasnya.

 

Adapun hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menyebutkan, akan terjadi lonjakan pemudik pada 2024. Jika pada 2023 tercatat 123,8 juta warga negara Indonesia melakukan mudik, maka pada 2024 diperkirakan angkanya melonjak menjadi 193,6 juta pemudik atau meningkat sekitar 55%. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 8 April 2024 dengan perkiraan 26,6 juta masyarakat melakukan perjalanan mudik. Sedangkan arus balik diperkirakan pada 14 April 2024 dengan 41 juta pergerakan masyarakat kembali dari kampung halaman. (AD/MM/HB)

Reaksi dan Komentar