Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

JELANG AUDIT IMO DI BIDANG KENAVIGASIAN, KEMENHUB SUSUN SOP VTS, SROP DAN NAVTEX

JELANG AUDIT IMO DI BIDANG KENAVIGASIAN, KEMENHUB SUSUN SOP  VTS, SROP DAN NAVTEXJELANG AUDIT IMO DI BIDANG KENAVIGASIAN, KEMENHUB SUSUN SOP  VTS, SROP DAN NAVTEXJELANG AUDIT IMO DI BIDANG KENAVIGASIAN, KEMENHUB SUSUN SOP  VTS, SROP DAN NAVTEX

MAKASSAR (13/7) –  Pada tahun 2023 nanti akan dilaksanakan kegiatan IMO  Member State Audit Scheme (IMSAS) di Indonesia, dimana pada IMSAS ini, Auditor dari International Maritime Organization (IMO) akan melakukan audit terhadap kinerja di bidang kenavigasian termasuk telekomunikasi pelayaran. Untuk itu Direktorat Jenderal Perhubugan Laut melalui Direktorat Kenavigasian perlu mempersiapkan diri guna menghadapi audit dimaksud.  Salah satu  persiapan yang sedang dilakukan saat ini adalah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) VTS, SROP dan NAVTEX yang merupakan turunan dari peraturan perundangan-undangan dan ketentuan nasional maupun internasional serta sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Demikian disampaikan Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan saat membuka acara Workshop Penyusunan dan Finalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) VTS, SROP dan NAVTEX di kota Makassar pada hari Rabu (13/7).

“Pemerintah berharap dengan ditetapkan SOP VTS, SROP dan NAVTEX  ke depan akan menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  sehingga dapat meningkatkan pelayanan terkait keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia” kata Hengki.

Menurutnya,  pada tahun 2021 Direktorat Kenavigasian telah menyusun draft SOP SROP dan NAVTEX serta SOP VTS Merak dan Benoa yang diinisiasi oleh AMSAT Internasional dengan melibatkan praktisi telekomunikasi pelayaran dari negara Australia dan Kanada, dimana pada tanggal 22 Februari 2022, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menetapkan SOP VTS Merak melaui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor KP-DJPL 188 tahun 2022 dan SOP VTS Benoa melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor KP-DJPL 189 tahun 2022.

Dalam SOP tersebut, lanjut Hengki  terdapat pengaturan secara detail mengenai apa yang harus dilakukan oleh Petugas VTS dan SROP sesuai dengan jabatannya serta bagaimana mengatasi permasalahan yang dihadapi dan dalam melakukan koordinasi dengan para stakeholder terkait peningkatan keselamatan dan kemanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim. 

“Untuk itu diminta kepada seluruh Distrik Navigasi agar dapat segera menyusun SOP VTS dan SROP berdasarkan draft  SOP yang telah disusun oleh Direktorat Kenavigasian agar seluruh sarana tellekomunikasi pelayaran memiliki standarisasi yang sama dalam melaksanakan tugas dan fungsinya” ujar Hengki.

Hengki juga menjelaskan bahwa workshop kali ini merupakan tahap kedua setelah pada tahap pertama telah dilaksanakan penyusunan SOP SROP dan VTS di Surabaya yang diikuti oleh 9 (sembilan) Distrik Navigasi dari wilayah Indonesia Bagian Tengah, sehingga diharapkan pada kali ini penyusunan SOP di wilayah Indonesia Bagian Timur dapat jauh lebih baik, mengingat sebelumnya telah dilaksanakan rapat persiapan melalui virtual sebanyak 2 (dua) kali.
 
Untuk itu, melalui Workshop ini Hengki berpesan agar seluruh peserta dapat pro aktif dalam penyusunan dan finalisasi SOP VTS, SROP dan NAVTEX sehingga dapat segera ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut maupun kepala Distrik Navigasi sebelum pelaksanaan IMSAS pada tahun 2023 nanti.

“Pada kesempatan ini tidak lupa, saya selaku direktur kenavigasian juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu hingga terselenggaranya kegiatan workshop ini khusus kepada Amsat Internasional, para peserta dan seluruh Panita yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga guna membantu Direktorat Kenavigasian dalam penyusunan SOP VTS, SROP dan NAVTEX” ujar Hengki.

Sementara itu, Kasubdit Telekomunikasi Pelayara, Indra Santosa dalam laporannya mengatakan Pelaksanaan kegiatan Workshop Penyusunan dan Finalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Vessel Traffic Services (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP) dan NAVTEX ini bertujuan untuk menyusun SOP SROP dan NAVTEX serta mereview SOP VTS yang telah disusun sebelumnya untuk dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini. 

“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen final SOP SROP, NAVTEX dan VTS yang selanjutnya dapat ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Kepala Distrik Navigasi, serta sebagai penguatan regulasi dalam menghadapi IMO Member State Audit Scheme (IMSAS) pada tahun 2023 di Indonesia” kata Indra.

Sebagai informasi Kegiatan Workshop Penyusunan dan Finalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Vessel Traffic Services (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP) dan NAVTEX di Kota Makassar diikuti peserta sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang yang berkompeten di bidang telekomunikasi pelayaran, yang berasal dari 9 (Sembilan) Distrik Navigasi, yaitu Makassar, Tanjung Priok, Bitung, Ambon, Sorong, Jayapura, Kendari, Tual dan Merauke dan akan berlangsung selama  tiga hari pada tanggal 12 s.d. 14 Juli 2022, di Hotel Melia, Makassar, Sulawesi Selatan.

Adapun Narasumber yang akan memberikan materi adalah perwakilan dari AMSAT Internasional selaku mitra kerja Direktorat Kenavigasian yang terlibat langsung dalam penyusunan SOP VTS, SROP dan NAVTEX.

Reaksi dan Komentar