Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

JELANG IDUL FITRI DI MASA PANDEMI COVID-19, DISTRIBUSI LOGISTIK KE WILAYAH TIMUR INDONESIA BERJALAN NORMAL

JELANG IDUL FITRI DI MASA PANDEMI COVID-19, DISTRIBUSI LOGISTIK KE WILAYAH TIMUR INDONESIA BERJALAN NORMALJELANG IDUL FITRI DI MASA PANDEMI COVID-19, DISTRIBUSI LOGISTIK KE WILAYAH TIMUR INDONESIA BERJALAN NORMALJELANG IDUL FITRI DI MASA PANDEMI COVID-19, DISTRIBUSI LOGISTIK KE WILAYAH TIMUR INDONESIA BERJALAN NORMAL

JAKARTA (16/5) - Pendistribusian logistik ke Indonesia bagian timur khususnya melalui Tol Laut tetap berjalan normal di masa Pandemi Covid-19 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Begitupun dengan harga kebutuhan pokok di wilayah timur masih terpantau normal.

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta, hari ini (16/5).

"Pemerintah telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk memudahkan pendistribusian logistik ke wilayah timur sehingga konektivitas kapal tol laut khususnya yang menyinggahi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku tetap berjalan," papar Wisnu.

Wisnu menjelaskan bahwa resume kedatangan kapal, volume penumpang dan muatan di suatu pelabuhan pada masa Pandemi Covid-19 sangat tergantung pada penerapan kebijakan pembatasan transportasi laut yang dilakukan daerah. 

Secara umum, permintaan pengiriman barang memang turun akibat menurunnya perdagangan domestik.

"Terutama setelah adanya pemberlakuan pembatasan daerah, terjadi trend penurunan jumlah ship call volume muatan dan penumpang kapal barang. Tapi ada kecenderungan meningkat pelan setelah SE Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas diberlakukan," jelasnya.

Namun khusus untuk kapal tol laut, dari data yang masuk melalui aplikasi LCS (Logistic Comunication System), volume muatan tol laut logistik pada bulan Januari-April 2020 terpantau mengalami peningkatan.

Pihaknya bersama Kementerian/Lembaga terkait terus melakukan supervisi yang ketat terhadap distribusi barang pokok dan penting dan harga supaya kenaikan bisa terkontrol dalam batas wajar. 

Selain itu, untuk memaksimalkan pengiriman barang, saat ini kapal penumpang juga bisa dimanfaatkan daerah untuk mengangkut logistik sehingga ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat lebih merata di seluruh wilayah. 

"Tol laut secara langsung memberikan dampak bagi masyarakat di mana ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin. Tol laut juga mampu mengurangi fluktuasi harga antar waktu dan disparitas harga, serta memfasilitasi pemasaran produk unggulan daerah," ucap Wisnu.

Kementerian Perhubungan melalui Kantor KSOP di daerah juga ikut melakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di daerah masing-masing, termasuk barang-barang yang diangkut kapal tol laut ataupun hasil komoditi daerah. Secara umum, disparitas harga di beberapa daerah yang disinggahi tol laut berhasil ditekan.

"Dari hasil pemantauan langsung beberapa KSOP di wilayah timur, dilaporkan harga-harga kebutuhan pokok yang dijual di masyarakat cenderung stabil," katanya.

Misalnya di daerah Fak-Fak, harga cabe rawit Rp. 40.000/kg (stabil) dan cabe keriting Rp. 30.000/kg (stabil). Di Sorong cabe rawit Rp. 25.000/kg s.d. Rp. 35.000/kg (stabil) dan cabe keriting Rp. 25.000/kg (stabil), juga di Manokwari harga cabe rawit dan cabe keriting stabil di harga Rp. 30.000/kg. 

Begitupun dengan harga bawang. Di Oransbari dan Jayapura, harga bawang putih masih stabil di harga Rp. 55.000/kg dan bawang merah Rp. 60.000/kg. Sementara di Merauke, harga bawang putih Rp. 45.000/kg (stabil) dan bawang merah Rp. 40.000/kg (stabil).

"Tak hanya semata untuk menekan disparitas harga antara daerah, tol laut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengoptimalkan muatan balik kapal sehingga produk asli daerah setempat dapat dipasarkan luar pulau," pungkas Wisnu.

Reaksi dan Komentar