Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

JELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA DAN SELAT LOMBOK, KEMENHUB GELAR KEGIATAN REFRESHER ONLINE BAGI OPERATOR VTS

JELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA DAN SELAT LOMBOK, KEMENHUB GELAR KEGIATAN REFRESHER ONLINE BAGI OPERATOR VTSJELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA DAN SELAT LOMBOK, KEMENHUB GELAR KEGIATAN REFRESHER ONLINE BAGI OPERATOR VTS

JAKARTA (27/4) – Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan persiapan jelang diberlakukannya Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok mulai tanggal 1 Juli 2020 mendatang, salah satunya dengan menggelar kegiatan Refresher atau Penyegaran bagi Petugas Operasional dan Operator Stasiun Vessel Traffic System (VTS) Merak dan Benoa yang diselenggarakan secara online melalui video conference mulai hari ini (27/4) sampai Selasa, (28/4) .

Direktur Kenavigasian, Hengky Angkasawan, mengatakan kegiatan Refresher Online ini diselenggarakan untuk mengetahui progress kesiapan dari operator VTS Merak dan Benoa dalam rangka implementasi TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok, serta untuk menyampaikan update ketentuan-ketentuan Internasional yang terkait.

“Seperti kita ketahui, berdasarkan hasil Sidang Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 telah disepakati bahwa TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok akan diimplementasikan tanggal 1 Juli 2020 mendatang. Untuk itu tentunya diperlukan kesiapan Sumber Daya manusia selaku operatornya agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,” ujar Hengky.

Menurut Hengky, kegiatan Refresher ini perlu dilaksanakan karena dalam melaksanakan pengawasan implementasi TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok, Operator VTS harus mampu mengimplementasikan ketentuan-ketentuan sesuai United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS), serta ketentuan lainnya dari International Maritime Organization (IMO) dan International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA).

Lebih lanjut Hengky menyampaikan, bahwa pelaksanaan kegiatan Refresher secara online ini merupakan bukti bahwa Kementerian Perhubungan tetap melaksanakan percepatan persiapan implementasi TSS meskipun sedang menghadapi pandemi Covid-19.

“Ini merupakan bukti, bahwa pandemi Covid-19 tidak menghalangi kerja nyata kita melayani masyarakat, dalam hal ini dengan tetap memfasilitasi agar para Operator VTS bisa mendapatkan pengetahuan dan update terkait dengan implementasi TSS di Selat Sunda dan Lombok bulan Juli mendatang,” tukasnya.

Adapun dalam kegiatan Refresher Online ini, perwakilan dari Direktorat Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan bertindak selaku narasumber untuk menyampaikan materi mengenai ketentuan-ketentuan terkait berdasarkan UNCLOS, Collision Regulation (COLREG) Rule 10 tentang TSS, serta Standard Maritime Communication Phrase (SMCP).

“Para Narasumber akan menyampaikan materi-materi yang merupakan standar pengetahuan yang wajib dimiliki oleh Operator VTS, khususnya di wilayah TSS. Selain itu, seluruh peserta akan diajak untuk mereview bersama Standar Operasional Prosedur (SOP) Operasional VTS serta akan disosialisasikan pula Draft RPM TSS,” tutup Hengky.  

Reaksi dan Komentar