Makassar - Semangat bahari terpancar jelas di lingkungan Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar pada Jumat (18/9/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar kembali menghadirkan terobosan layanan jemput bola dengan membuka gerai pengurusan Buku Pelaut langsung di dalam area kampus. Skema pelayanan on the spot ini menjadi angin segar bagi para taruna dan taruni, memangkas jarak dan waktu tempuh tanpa harus berdesakan mengantre di kantor pelayanan KSOP.
Inisiatif proaktif ini disambut antusiasme tinggi sejak loket dibuka. Sepanjang kegiatan berjalan, sebanyak 96 calon perwira laut berhasil menuntaskan administrasi dokumen berlayar mereka secara tertib dan efisien. Rombongan generasi muda bahari ini terbagi menjadi 47 taruna dari jurusan Nautika yang disiapkan menguasai kemudi navigasi, serta 49 taruna dari jurusan Teknika yang bertugas menjaga keandalan jantung pacu permesinan kapal.
Bagi para insan maritim, Buku Pelaut (Seaman’s Book) bukan sekadar buku saku identitas biasa. Dokumen legal ini berfungsi laiknya paspor laut yang mencatat rekam jejak dinas pelayaran, kompetensi kecakapan, serta kualifikasi resmi pemegangnya sesuai standar konvensi maritim internasional (STCW). Kepemilikan dokumen ini menjadi tiket mutlak sebelum mereka diizinkan turun ke geladak kapal untuk menjalani masa praktik laut (prala)—tahap penempaan terpenting sebelum resmi dilantik menjadi perwira samudra.
Staf Kepelautan KSOP Utama Makassar, Husni, S.T., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran petugas langsung ke basis pendidikan maritim adalah manifestasi nyata dari transformasi birokrasi yang lebih responsif. Program ini membuktikan keseriusan KSOP Utama Makassar dalam menyajikan pelayanan yang cepat, ringkas, dan humanis, sekaligus memperkuat simpul sinergi sesama entitas di bawah naungan Kementerian Perhubungan demi melahirkan bibit pelaut unggul yang berdaya saing di kancah maritim internasional.
Kolaborasi taktis antara regulator pelabuhan dan akademi pelayaran ini berhasil meruntuhkan kesan birokrasi dokumen laut yang kaku dan menyita waktu. Berbekal kemudahan administrasi di pangkuan kampus sendiri, para taruna dan taruni Polimarim AMI Makassar kini kian mantap menatap horizon laut lepas untuk mengibarkan bendera maritim Nusantara di perairan dunia.




Reaksi dan Komentar