Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Jemput Bola di SMK Pelayaran Katangka, KSOP Utama Makassar Terbitkan Puluhan Buku Pelaut On the Spot

Jemput Bola di SMK Pelayaran Katangka, KSOP Utama Makassar Terbitkan Puluhan Buku Pelaut On the SpotJemput Bola di SMK Pelayaran Katangka, KSOP Utama Makassar Terbitkan Puluhan Buku Pelaut On the SpotJemput Bola di SMK Pelayaran Katangka, KSOP Utama Makassar Terbitkan Puluhan Buku Pelaut On the Spot

Makassar - Antusiasme bahari membuncah di deretan ruang kelas SMK Pelayaran Katangka Makassar saat tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar menggelar aksi jemput bola pelayanan Buku Pelaut (Seaman’s Book). Melalui terobosan layanan terpadu langsung di tempat (on the spot), para taruna dan taruni tingkat menengah kejuruan ini dapat menuntaskan proses penerbitan dokumen pelayaran tanpa harus meluangkan waktu khusus mengantre di kantor syahbandar. Langkah proaktif ini memangkas sekat birokrasi, menghadirkan kemudahan administratif langsung di pangkuan institusi pendidikan bahari.

Gerai layanan bergerak tersebut langsung dimanfaatkan optimal oleh puluhan calon pelaut muda yang tengah bersiap mengarungi samudra. Sepanjang pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 40 taruna dan taruni berhasil terlayani dengan tertib dan lancar. Barisan tunas maritim ini terbagi menjadi 27 taruna jurusan Nautika Kapal Niaga yang dipersiapkan piawai mengendalikan alur navigasi di anjungan, serta 13 taruna jurusan Teknika Kapal Niaga yang siap mengawal keandalan sistem penggerak dan permesinan kapal di kamar mesin.

Bagi seorang kadet maritim, Buku Pelaut bukan sekadar tanda pengenal biasa, melainkan instrumen krusial berstandar konvensi internasional (STCW) yang berfungsi laiknya paspor samudra selama melanglang buana di perairan Nusantara maupun lintas negara. Dokumen legal ini mencatat riwayat dinas pelayaran, mutasi kapal, serta kualifikasi kompetensi pemegangnya. Kepemilikan dokumen fisik ini menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar sebelum taruna diizinkan naik ke geladak kapal niaga untuk menjalani praktik berlayar (prala)—sebuah kawah candradimuka penentu sebelum menamatkan pendidikan vokasi mereka.

Kepala Seksi Kepelautan KSOP Utama Makassar, Rabu Edi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa inisiatif turun langsung ke sekolah pelayaran merupakan manifestasi nyata transformasi birokrasi yang mengedepankan kecepatan, kemudahan, serta pendekatan yang humanis. Kolaborasi taktis antar-pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Perhubungan ini diharapkan terus bergulir konsisten demi memperkuat fondasi pembinaan sumber daya manusia (SDM) pelaut muda yang tangguh, beretika, dan siap unjuk kebolehan di kancah maritim global.

 

Reaksi dan Komentar