Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAMPANYE KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB LUNCURKAN MASKOT KESELAMATAN PELAYARAN "SI BOMBANG"

KAMPANYE KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB LUNCURKAN MASKOT KESELAMATAN PELAYARAN "SI BOMBANG"

​

JAKARTA (10/11) - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan maskot keselamatan pelayaran yang diberi nama "si Bombang" pada hari ini (10/11) di Pelabuhan Kaliadem, Jakarta.

Peluncuran maskot tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Kampanye Keselamatan Pelayaran tahun 2017 yang juga dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2017.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Rudiana menyebutkan bahwa maskot keselamatan pelayaran "si Bombang" merupakan salah satu bagian dari upaya Pemerintah menyadarkan kembali masyarakat pengguna jasa transportasi laut akan pentingnya keselamatan pelayaran.

"Saya rasa perlu sekali kita sebagai Pemerintah untuk terus tiada henti mengingatkan masyarakat pengguna jasa transportasi laut akan pentingnya keselamatan pelayaran, terlebih di Pelabuhan Kaliadem ini banyak masyarakat yang memanfaatkan kapal tradisional untuk berlibur ke Kepulauan Seribu," ujar Capt. Rudiana.
IMG-20171110-WA0013.jpg
Lebih lanjut, menurut Capt. Rudiana pemilihan lokasi kampanye Keselamatan Pelayaran tahun ini yang berada di Pelabuhan Kaliadem Jakarta dilatarbelakangi banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kapal tradisional untuk berlibur ke Kepulauan Seribu dan mobilisasi para penumpang yang cukup padat ini tentunya harus mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menjamin terselenggaranya pelayaran yang aman, selamat, tertib dan nyaman atau yang kita kenal dengan istilah PASTINYA.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Humas, Lollan Panjaitan menyebutkan bahwa Maskot Keselamatan Pelayaran tersebut berbentuk ikan lumba-lumba bernama "Si Bombang" yang memiliki arti Ombak Laut. 

"Si Bombang adalah sejenis lumba-lumba yang melambangkan sebagai hewan penolong dan penyelamat meskipun menghadapi gelombang besar di tengah laut. Kami berharap kehadiran Si Bombang ini nantinya dapat menjadi Duta untuk Budaya Keselamatan Pelayaran di Indonesia," kata Lollan. 

Lollan juga mengatakan bahwa selain meluncurkan maskot keselamatan pelayaran melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran, Ditjen Hubla juga memperingati Hari Pahlawan dengan mengheningkan cipta dan menyalakan sirine kapal secara bersamaan di Pelabuhan Kaliadem.
IMG-20171110-WA0005.jpg
"Kita semua wajib bersyukur dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjasa bagi kemerdekaan negara tercinta Indonesia. Mengenang jasa para pahlawan tentunya tidak hanya sekedar diam dan mengheningkan cipta selama beberapa menit saja, tetapi mengenang mereka justru harus dilakukan melalui tindakan nyata, yaitu dengan bekerja keras dan bertindak secara profesional di bidang masing-masing demi kemajuan bangsa dan negara," ujar Lollan.

Lollan juga mengatakan bahwa Kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran yang terus dilakukan setiap tahunnya adalah bentuk perwujudan upaya pemerintah untuk menyadarkan kembali seluruh lapisan masyarakat pengguna jasa transportasi laut, bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama. 

Untuk mewujudkan transportasi laut yang aman dan selamat, tentu saja kita bersama harus menempatkan keselamatan dan keamanan pelayaran sebagai kebutuhan mutlak dan menjadi budaya bagi para pengguna jasa transportasi laut.  

”Dengan menjadikannya budaya, segala upaya penanganan keselamatan pelayaran yang selama ini dilakukan diharapkan bukan hanya dalam bentuk penanganan musibah yang bersifat responsif saja, tetapi juga dilakukan tindakan-tindakan pencegahan yang bersifat preventif," kata Lollan.
IMG-20171110-WA0008.jpg
Terkait dengan hal ini, Lollan meminta agar semua pihak dapat mendukung peningkatan keselamatan pelayaran melalui kesadaran dalam mentaati peraturan keselamatan seperti penggunaan life jacket selama berlayar sehingga dapat tercipta keselamatan pelayaran di atas kapal. 

Hal ini membuktikan bahwa terciptanya keselamatan pelayaran bukan hanya milik regulator saja, tetapi juga tanggung jawab bersama termasuk operator kapal dan para penumpang. 

Untuk itu, Lollan berpesan kepada jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Angke diminta untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan pengawasan bagi pemenuhan persyaratan keselamatan pelayaran terhadap kapal-kapal yang beroperasi khususnya di wilayan kerja Pelabuhan Muara Angke. 

“Saya meyakini bahwa program kerja terkait keselamatan pelayaran yang dikeluarkan Pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik, apabila tidak didukung oleh petugas di lapangan sebagai ujung tombak. Apalagi di Pelabuhan Muara Angke ini kerjasama dan koordinasi antar pihak sangat penting dan dibutuhkan mengingat padatnya mobilisasi penumpang melalui pelabuhan ini," tegas Lollan.
IMG-20171110-WA0012.jpg
Pada Kampanye Keselamatan Pelayaran ini, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor KSOP Kelas V Muara Angke memberikan bantuan 100 (seratus) Life Jacket bagi penumpang anak-anak kepada Operator Kapal Tradisional yang beroperasi di Pelabuhan Muara Angke. 

Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Muara Angke, Capt. Wahyu Prihanto bahwa pemberian life jacket dimaksud untuk mendukung para operator kapal mewujudkan keselamatan pelayaran khususnya bagi kapal-kapal tradisional.



Reaksi dan Komentar