PROBOLINGGO (24/11) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo sebagai leading sektor keselamatan transportasi laut dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur siap memperluas layanan transportasi massal di sektor laut melalui peluncuran Trans Laut Jatim. Dalam softlaunching perdana kapal cepat KM. Express Bahari 8B, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, S.H., M.H., dalam keterangannya menekankan bahwa faktor keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan hal yang sangat penting, dan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam hal ini KSOP sebagai regulator, dan Crew Kapal sebagai operator, para penumpang, Dishub Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara, dan Badan Usaha Pelabuhan sebagai jasa layanan fasilitas pelabuhan harus tetap memperhatikan aspek keselamatan di laut. Utamanya terhadap operator kapal atau crew kapal harus bisa memastikan kapal dalam kondisi laik laut, baik kondisi body kapal, peralatan navigasi, permesinan kapal, dan muatannya, beserta pemenuhan ketersediaan jumlah life jacket dan pelampung. Selain itu nakhoda kapal harus memperhatikan kondisi cuaca, jangan dipaksa berlayar apabila kondisi cuaca buruk dan segera mencari tempat berlindung.
Rute Probolinggo–Branta, Pamekasan-Sumenep dipilih karena hingga kini belum tersedia jalur pelayaran yang optimal di wilayah tersebut. Selama ini, layanan lebih banyak terfokus di sisi timur, sementara akses pelayaran menuju pulau-pulau di bagian tengah Madura masih terbatas. Trans Laut Jatim akan melayani dua skema rute, yaitu untuk Weekday (Senin–Kamis) dengan rute Probolinggo – Gili Ketapang – Gili Mandangin – Dermaga Branta Pamekasan. Sedangkan Weekend (Jumat–Minggu) dengan rute Probolinggo – Gili Iyang, Sumenep. Pengaturan dua rute ini dilakukan untuk mengakomodasi mobilitas warga sekaligus mendorong sektor wisata. Pulau Gili Iyang dipilih sebagai tujuan akhir pekan karena memiliki potensi pariwisata tinggi sebagai “pulau oksigen”. Rute weekend dibuat lebih panjang untuk mengakomodasi wisatawan, terutama menuju Gili Ketapang dan Gili Iyang yang dikenal sebagai destinasi unggulan. Trans Laut Jatim bukan hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata pesisir dan kepulauan. “Dengan adanya Trans Laut Jatim, konektivitas antar pulau akan semakin kuat dan potensi wisata bahari bisa tumbuh lebih cepat, "ujar Kadishub Provinsi Jawa Timur, Dr. Nyono, S.T., M.T. dalam keterangannya.
Apabila rute akhir pekan tersebut ramai peminat, Pemprov Jatim akan mempertimbangkan pembukaan jalur Trans Laut Jatim lainnya untuk meningkatkan akses ke wilayah kepulauan di Jawa Timur. Untuk tarif, biaya perjalanan ditentukan berdasarkan jarak, dengan kisaran Rp30.000 hingga Rp250.000. Harga ini telah mendapat subsidi pemerintah agar tetap terjangkau. Tanpa subsidi, tarif bisa menjadi dua kali lipat. Pelayaran perdana Trans Laut Jatim atau soft launcing kapal cepat KM. Express Bahari 8B dimulai pada hari ini Senin, 24 November 2025. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, dan Kepala UPT PPR Banyuwangi.







Reaksi dan Komentar