Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL KELAS I KENAVIGASIAN KN. EDAM DILUNCURKAN DI BATAM 30/05/2017

KAPAL KELAS I KENAVIGASIAN KN. EDAM DILUNCURKAN DI BATAM 30/05/2017

​BATAM – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan 1 (satu) unit Kapal Kelas I Kenavigasian yaitu KN. EDAM yang akan ditempatkan pada  Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok,  pada hari Selasa (30/05) di Galangan Kapal PT. Palindo Marine, Batam. Peluncuran tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan tali pengikat  kapal  oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Kenaviagsian Ir. Bambang Wiyanto, yang diikuti dengan peluncuran  kapal kelas I kenavigasian ke kolam pelabuhan.


Pelaksanaan Peluncuran (Launching) 1 (satu) unit Kapal Kelas I Kenavigasian ini merupakan tindak lanjut dari pembangunan 5 (lima) unit kapal kelas I Kenavigasian yang sedang dibangun oleh Galangan Kapal PT. Palindo Marine Batam.

Menurut Bambang Wiyanto bahwa seiring dengan meningkatnya aktivitas pelayaran apalagi menjelang musim angkutan lebaran seperti  saat ini   tentu membutuhkan peralatan kenavigasian.


“Hal tersebut menunjukkan bahwa peran navigasi laut sangat besar dalam menunjang aspek keselamatan pelayaran.  Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan harus menyiapkan fasilitas penunjangnya, seperti rambu-rambu atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang cukup dan andal, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan jelas kepada kapal-kapal yang berlayar sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin,” jelas Dirjen Hubla.


Pada kesempatan tersebut, Dirjen Hubla juga memberikan apresiasi kepada PT. Palindo Marine yang telah menyelesaikan pembangunan 1 (satu) unit kapal kelas I kenavigasian ini dengan baik dan tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Bambang Wiyanto  berharap agar   PT. Palindo Marine dapat segera menyelesaikan   pembangunan 4 kapal Kenavigasian  lainnya. Bahkan pembangunan kapal ini harus memiliki kualitas yang baik yang tak kalah  dengan kapal buatan luar negeri dan tentunya harus memenuhi aspek keselamatan pelayaran yang telah ditentukan.



“Dengan diluncurkannya kapal navigasi ini ke kolam pelabuhan, menunjukkan bahwa tidak lama lagi  kapal ini dapat beroperasi secara penuh dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tugas kenavigasian yakni mewujudkan keselamatan pelayaran di seluruh perairan Indonesia,” ujar Bambang Wiyanto.


Sebagai informasi, pembangunan 5 unit Kapal Kelas I Kenavigasian yang sedang  dilakukan oleh PT. Palindo Marine  memiliki spesifikasi panjang 60 meter, lebar 12 meter, tinggi 4,7 meter, kecepatan 15 Knot, jarak jelajah kapal 4000 Nautical Mile, kapasitas tangki bahan bakar ± 220 Ton, dan tangki air tawar ± 100 Ton.

Reaksi dan Komentar