Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kapal Kemenhub Temukan Lagi 2 Jenazah TKI Korban Kapal Kayu Tenggelam di Batam ‎

Kapal Kemenhub Temukan Lagi 2 Jenazah TKI Korban Kapal Kayu Tenggelam di Batam ‎

​

JAKARTA - Tim SAR gabungan pada musibah kecelakaan tenggelamnya kapal kayu rute Johor-Batam pada Rabu (2/11/2016)  terus mencari korban kecelakaan.

Salah satunya ‎yang dilakukan tim dari PLP Tanjung Uban menggunakan kapal Patroli Sarotama. Pada hari ini berhasil menemukan dua orang jenazah pada pukul 07.25 dan 08.50.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Ir. A. Tonny Budiono, MM tim yang diturunkan dalam menemukan korban diturunkan sejak kejadian hingga saat ini masih berlangsung.

"Semoga semua korban dapat ditemukan dengan cepat," ujar Tonny di Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Menurut Tonny, Ditjen Hubla ‎telah mengerahkan kapal negara untuk membantu evakuasi korban dan melakukan operasi Search and Rescue (SAR) yaitu KN 330 dan KN 592 dari Kanpel Batam, dan KN Sarotama dari Pangkalan PLP Tanjung Uban. 

"Saya atas nama pribadi dan institusi menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi para korban kecelakaan kapal kayu tersebut‎," ungkap Tonny.

Dari 23 jenazah yang ditemukan, 18 jenazah berkelamin laki-laki dan lima perempuan. Semua jenazah selanjutnya dibawa ke Posko Nongsa, Batam.
‎
Seperti diketahui, kapal kayu tersebut tidak terdaftar di Pelabuhan Batam dan kapal tersebut terbuat dari kayu dengan menggunakan mesin di luar. Kapal kayu dimaksud pun membawa TKI ilegal yang bertolak dari pelabuhan resmi dan mengambil rute pelayaran yang tidak biasa untuk menghindari patroli laut baik dari Malaysia maupun Indonesia.‎

Dengan ditemukannya 23 jenazah, maka hingga hari ini, total jumlah jenazah sebanyak 45 dan penumpang selamat 39 orang.

Reaksi dan Komentar