Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL KM. EKLESIA RUSAK MESIN, 112 PENUMPANG DIEVAKUASI DENGAN SELAMAT OLEH KAPAL KM. SABUK NUSANTARA 59

KAPAL KM. EKLESIA RUSAK MESIN, 112 PENUMPANG DIEVAKUASI DENGAN SELAMAT OLEH KAPAL KM. SABUK NUSANTARA 59

BANGGAI (1/1) - Berkat penanganan dan koordinasi yang cepat dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Luwuk dan UPP Banggai Laut serta kesigapan dari Nakhoda kapal KM. Sabuk Nusantara 59 maka kapal KM. Eklesia yang mengalami kerusakan mesin di perairan Desa Lokotoy, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil dievakuasi dan 112 penumpangnya selamat.

 

Adapun kejadian tersebut terjadi di penutupan tahun 2019 masih menyisakan cerita heroik saat Anak Buah Kapal (ABK) KM. Sabuk Nusantara 59 menyelamatkan para penumpang kapal KM. Eklesia.

 

"Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan kapal KM. Eklesia berbobot GT 272 dengan cepat ditarik kapal KM Sabuk Nusantara 59 ke Pelabuhan Banggai Laut," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad di Jakarta hari ini (1/1).

Pihaknya menyebutkan bahwa tim Quick Response Team (QRT) UPP Banggai Laut dan UPP Luwuk bergabung dengan Tim Basarnas dan KP3 kemudian bahu membahu mengevakuasi seluruh penumpang.

 

“Dalam penyelamatan itu,  speedboat milik UPP Banggai Laut  ikut mengawal perjalanan kapal KM. Eklesia itu hingga masuk ke teluk," tambah Ahmad.

 

Menurut salah seorang penumpang KM Eklesia, Prayoga menuturkan, kapal mengalami kerusakan mesin sekitar pukul 05.08 WITA, akibat gelombang yang cukup tinggi sehingga air laut membanjiri lambung kapal, sehingga mengalami mati mesin secara tiba tiba. 

 

Pada saat kejadian tambah Agung, penumpang ABK KM. Eklesia menginformasikan kepada para penumpang kapal untuk menggunakan life jacket dan meminta agar tidak panik karena ABK telah berusaha semaksimal mungkin menyedot air laut yang masuk pada lambung kapal dengan menggunakan alkon dan telah berkoordinasi dengan UPP Banggai termasuk menyebarkan berita pertolongan kepada kapal-kapal yang berada  di lokasi terdekat. 

 

"Hingga akhirnya KM. Eklesia  di evakuasi oleh salah satu kapal Tol Laut, KM. Sabuk Nusantara 59 milik PT. Pelni dengan cara di tarik menuju Kab. Banggai Laut," ujar Agung.

 

Pada kejadian tersebut, Agung dan penumpang lain mengapresiasi ketenangan petugas di atas kapal yang memberikan instruksi penyelamatan dengan jelas sehingga proses evakuasi berjalan dengan lancar.

 

"Pada saat dievakuasi oleh kapal KM. Sabuk Nusantara 59, seluruh penumpang kapal KM. Eklesia telah menggunakan life jacket. Kami mengapresiasi ABK kapal yang sudah memberikan instruksi keselamatan dan juga para penumpang yang secara sadar betul mengikuti instruksi tersebut demi keselamatan pelayaran. Pada kesempatan ini, saya mengimbau agar Nakhoda kapal dapat mengantisipasi cuaca yang akhir-akhir ini cenderung ekstrem. Selalu utamakan keselamatan pelayaran dan jadikan keselamatan pelayaran sebagai kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama," tutup Ahmad.

 

Sebagai informasi, kapal KM. Eklesia merupakan kapal penumpang antar pulau yang melayani tujuan Luwuk Banggai ke Banggai Laut. Kapal yang berbahan dasar kayu tersebut dioperatori PT. Tompotika Timur Raya dan pada saat kejadian mengangkut 112 penumpang dan bermuatan kebutuhan pokok seberat 30 ton.

Reaksi dan Komentar