Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL NAVIGASI KN. YEFYUS BANTU ANGKUT PENUMPANG DI TIGA PULAU DI PAPUA BARAT

KAPAL NAVIGASI KN. YEFYUS BANTU ANGKUT PENUMPANG DI TIGA PULAU DI PAPUA BARAT

​

SORONG (12/6) – Menyusul musibah kandasnya kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 56 di sekitar Perairan Raja Ampat (Pulau Ayau) Papua Barat pada 7 Juni 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN. Yefyus milik Distrik Navigasi Kelas I Sorong untuk diperbantukan mengangkut penumpang yang tidak terangkut di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Distrik Kabare, Papua Barat.

Akibat kandasnya kapal KM. Sabuk Nusantara 56 tersebut, sejumlah penumpang di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Kabare yang telah bersiap untuk ke Sorong gagal berangkat. Mengingat masyarakat di ketiga pulau tersebut transportasinya hanya bergantung pada angkutan laut, maka Ditjen Hubla segera mengambil langkah dengan mengirimkan kapal KN. Yefyus untuk mengangkut penunpang di ketiga pulau tersebut. 
WhatsApp Image 2019-06-12 at 14.42.25.jpeg
Kepala Distrik Navigasi Kelas I Sorong Marasabessy Haekal Dachlan mengatakan, setelah dilakukan koordinasi, kapal Navigasi KN Yefyus beserta tim dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong dan Disnav Kelas I Sorong berangkat ke lokasi pada 10 Juni 2019 pukul 22.00 WIT untuk mengangkut penumpang yang telah menunggu dengan hasil kebun yang akan dijual di Sorong.

“Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam dari Sorong, kapal berlabuh di Pulau Ayau dan tidak bisa sandar sehingga para penumpang harus menggunakan perahu longboat sebagai rede untuk naik ke atas kapal,” jelas Haekal.

Setelah selesai, lanjut Haekal, kapal menuju Pulau Fani dengan proses embarkasi yang sama menggunakan perahu longboat. Adapun Pulau Fani merupakan pulau terluar di Papua Barat.

Dari Pulau Fani, KN. Yefyus menuju ke Kabare dan sandar di dermaga. Selanjutnya tanggal 11 Juni 2019 pukul 22.30 kapal bertolak ke Sorong dengan membawa total penumpang 233 orang.

“Alhamdulillah pagi ini (12/6) pukul 08.00 WIT, kapal KN. Yefyus telah tiba di Pelabuhan Sorong dengan selamat, Kondisi kapal dalam keadaan baik dan para ABK serta petugas yang ditugaskan dari Disnav Sorong dan KSOP Sorong juga dalam keadaan sehat,” kata Haekal.

Menurut Kepala Adat Kampung Doreker di Pulau Ayau, Boster Umpes, yang sempat berbicara dengan Kepala KSOP Sorong dan Kadisnav Sorong beberapa saat setelah tiba di Sorong, kehadiran KN. Yefyus melalui tugas perbantuan ini sangat membantu masyarakat karena mereka telah mempersiapkan sejumlah kecil dari hasil perkebunan seperti pisang, kelapa dan hasil perikanan mereka untuk dijual ke Sorong. Jika tidak ada kapal, maka hasil kebun dan ikan akan sulit untuk dijual. 

Mereka sangat berharap jalur perintis ke daerah mereka tidak berhenti karena masyarakat hanya bergantung pada transportasi laut, terutama kapal perintis.

“Untuk itu atas nama warga masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan,” ucap Boster. 
WhatsApp Image 2019-06-12 at 14.42.24.jpeg
Pada kesempatan ini, Haekal mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur karena kehadiran KN. Yefyus dapat membantu masyarakat di Papua Barat dan mereka yang naik kapal KN. Yefyus tidak dipungut biaya alias gratis. 

“Kami berupaya agar masyarakat di wilayah terpencil di Papua Barat bisa ikut menikmati mudik gratis sama seperti saudara-saudara yang ada di Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan moda transportasi yang layak sehingga tidak ada biaya apapun yang dipungut kepada penumpang untuk mengangkut mereka dari tempat asal ke tujuan Pelabuhan Sorong,” tutur Haekal.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas I Sorong M Takwim Masuku menerangkan bahwa KSOP Sorong telah terlebih dahulu mengirimkan tim survey underwater untuk melakukan penyelaman dan pembersihan karang yang menghalangi serta mengirim tugboat untuk menarik kapal KM. Sabuk Nusantara 56 pada Minggu (9/6).

“Tim kami kembali melakukan upaya evakuasi kapal pada Selasa kemarin (11/6) di mana kapal ditarik oleh tugboat TB Mitra Ocean namun belum berhasil sehingga proses evakuasi dihentikan sementara dan menunggu upaya lebih lanjut,” ujar Takwim.

Ia menambahkan, diperlukan secepatnya kapal pengganti atau deviasi kapal perintis lain untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut sehingga masyarakat dapat tetap terlayani.

“Dari hasil evaluasi kami, untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut adalah dengan melakukan deviasi dan omisi pelabuhan singgah kapal perintis trayek R-96 yakni KM. Sabuk Nusantara 61,” tutup Takwim.  


Reaksi dan Komentar