Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL PENANGKAP IKAN KM BALI PERMAI 169 HILANG KONTAK, KAPAL PATROLI HUBLA GABUNG SAR LAKUKAN PENCARIAN

KAPAL PENANGKAP IKAN KM BALI PERMAI 169 HILANG KONTAK, KAPAL PATROLI HUBLA GABUNG SAR LAKUKAN PENCARIAN

JAKARTA (6/9) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) turut serta membantu pencarian hilangnya kapal penangkap ikan KM Bali Permai 169 yang dikabarkan hilang kontak sejak akhir Juli 2021.

Direktur KPLP, Ahmad menyebutkan Kapal KM Bali Permai 169 yang membawa 18 orang ABK tersebut mengalami hilang kontak dalam perjalanan dari Pelabuhan Benoa Bali menuju Fishing Ground di Samudera Hindia. "Kapal Patroli KPLP dari KSOP Benoa dan Pangkalan PLP Surabaya di bawah koordinasi Basarnas dikerahkan untuk membantu melakukan proses pencarian," kata Ahmad.

Kapal kayu berwarna hijau, putih dan merah tersebut diketahui terakhir melakukan kontak pada 24 Juli 2021 kemudian mengalami hilang kontak dari VMS atau tracking pemilik kapal dan langsung dilakukan pencarian oleh Basarnas.

"Saat ini tim SAR masih membantu proses pencarian karena keberadaan kapal dan awak kapal belum ditemukan," ungkap Ahmad.

Adapun tim SAR yang dikoordinir BASARNAS juga telah berkoordinasi dengan JRCC Australia, Australia Defence Force (ADF), Chobams Ops, Maxem Aviation, KJRI Perth Kementerian Luar Negeri, PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan dan PT Putra Jaya Kota untuk permintaan bantuan SAR.

Selain menggunakan kapal, pencarian juga dilakukan menggunakan pesawat dari Pemerintah Australia, bahkan kapal-kapal ikan di sekitar lokasi turut membantu proses pencarian tersebut.

"Semua pihak terus melakukan upaya pencarian dengan maksimal," tutup Ahmad.
 

Reaksi dan Komentar