Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL TANKER RUSAK MESIN, KPLP TANJUNG UBAN KIRIM KAPAL PATROLI BERIKAN PERTOLONGAN DAN PENGAMANAN

KAPAL TANKER RUSAK MESIN, KPLP TANJUNG UBAN KIRIM KAPAL PATROLI BERIKAN PERTOLONGAN DAN PENGAMANAN

TANJUNG BERAKIT (27/5) - Patroli Keamanan dan Keselamatan Maritim yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan cq. Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban sigap memberikan pertolongan dan pengamanan kapal oil tanker yang mengalami kerusakan mesin (mati mesin). Kapal tersebut adalah MT. Seaborne Petro berbendera Indonesia yang tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Arjuna, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (26/5).

 

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban, Capt. Handry Sulfian mengungkapkan kapal MT. Seaborne Petro berangkat dari Pelabuhan Belawan dan mengalami insiden mati mesin di wilayah Perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau.

 

“Kami mengirimkan kapal patroli KN Rantos P210 untuk melakukan pertolongan dan pengamanan,” kata Handry, Kamis (27/5).

 

Handry mengungkapkan, semula pihaknya menerima informasi terkait adanya kapal yang berlabuh jangkar di sekitar wilayah Tanjung Berakit. Kemudian diketahui kapal tersebut melakukan lego jangkar karena mengalami kendala pada mesin induk.

 

“Kapal Patroli KN Rantos P210 tiba di lokasi hari Rabu (26/5) pukul 16.00 WIB, dan benar terdapat 1 (satu) unit kapal sedang melakukan lego jangkar 8 mill dari bibir pantai Tanjung Berakit,” ungkapnya.

 

Setibanya di lokasi, Komandan Patroli KN.Rantos - P.210, Gundhi Wibowo melaporkan data dan kondisi kapal tersebut melalui komunikasi radio VHF di chanel 16 dan 71.

 

MT. Seaborne Petro merupakan kapal oil tanker berukuran GT 57.315 dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 31 orang termasuk Nakhoda.

 

“Kapten kapal bernama Jovike F Tumbuwun memutuskan melakukan urgensi lego jangkar karena telah terjadi kerusakan pada mesin induk,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Petugas kapal Patroli KN. Rantos memastikan ABK kapal MT. Seaborne Petro dalam kondisi baik dan terus melakukan komunikasi dengan ABK kapal tersebut.

 

Setelah itu, kapal patroli KN.Rantos -P.210 memastikan perbaikan selesai dilakukan hingga Rabu malam (26/5) dan selanjutkan petugas meminta untuk segera melanjutkan Pelayaran.

 

“Selesai perbaikan langsung tadi malam kapal sudah bertolak dari posisi lego jangkar menuju tujuan semula ke Pulau Jawa. Selanjutnya, KN.Rantos - P.210 meneruskan kembali tugasnya melakukan patroli keselamatan dan keamanan pelayaran,” tutupnya.

Reaksi dan Komentar