Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KAPAL TOL LAUT BERHASIL DORONG MUATAN BALIK 28/09/2017

KAPAL TOL LAUT BERHASIL DORONG MUATAN BALIK 28/09/2017

​

JAKARTA (28/9) -  Bertepatan dengan Hari Maritim Sedunia (World Maritime Day) pada hari ini (28/9),  Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menyebutkan bahwa Kapal Tol Laut telah berhasil mendorong muatan balik dari wilayah Timur Indonesia ke wilayah Barat Indonesia.

Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menyampaikan bahwa kapal tol laut sukses mengangkut 2.700 zak semen yang dikapalkan ke Pelabuhan Waingapu dan Pelabuhan Rote dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur dan kembali berlayar ke Surabaya berhasil mengapalkan muatan balik cumi kering sebanyak 31 ton dalam dua kontainer dari Pelabuhan Rote ke Jakarta melalui Surabaya.

"Ini seperti yang diharapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, agar terjadi balance trade pada muatan yang diangkut via tol laut," ungkap Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu mengatakan bahwa semen tersebut akan didistribusikan melalui mekanisme jual murah kepada masyarakat Waingapu dan Rote masing-masing sebanyak 1.350 zak.
IMG-20170928-WA0078.jpg
"Di Rote semen tersebut telah terjual 400 zak dan di Waingapu terjual 150 Zak," tutur Wisnu di Jakarta.

Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat di daerah-daerah terpencil mulai menggerakkan industri lokal dan memanfaatkan tol laut hasil produksi daerah.

Sebelumnya, dari Natuna dengan rute Tol Laut dibawa hasil perikanan dengan jumlah yang cukup signifikan untuk dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Diharapkan angkutan muatan balik ini akan terus dikembangkan dari rute Tol Laut lainnya, untuk meningkatkan kapasitas  angkut dan menghidupkan peningkatan perekonomian di daerah tujuan," tutup Wisnu.

Sebagai informasi, dari data yang diolah Kementerian Perdagangan per 15 Agustus 2017,  dampak ekonomi dari kebijakan tol laut mulai terlihat dari penurunan harga beberapa komoditi antara 6% sd 20 %, seperti beras, tepung terigu. Minyak goreng di daerah Larantu, Fak-Fak, Dobo dan Anambas.  Harga Beras turun antara 13.5 % hingga 29 % di daerah Biak, Sorong, Ternate, bontang dan Tobelo. Sementara harga semen di beberapa daerah di wilayah Papua juga menurun antara 12 hingga 40 % di daerah Jayapura, Nabire, Wamena dan Puncak Jaya.



Reaksi dan Komentar