Makassar - Dermaga Pelabuhan Makassar menjadi pusat sorotan saat rombongan Komisi V DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat (18/9/2026). Dipimpin langsung oleh H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si., kunjungan lapangan ini bertujuan membedah kesiapan infrastruktur transportasi laut sekaligus memastikan keandalan sarana dan prasarana pelabuhan berjalan optimal. Kedatangan jajaran wakil rakyat tersebut disambut oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Dr. Ir. Jon Kenedi, M.Mar.Eng., M.M., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., beserta jajaran pemangku kepentingan maritim setempat.
Sektor pelayaran menempati porsi perhatian terbesar dalam agenda peninjauan kali ini, menempatkan KSOP Utama Makassar di garda terdepan pengawasan. Sebagai otoritas penjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di gerbang utama kawasan timur Nusantara, peran KSOP dinilai sangat vital. Mandat pengawasan kelaiklautan tidak hanya sekadar memeriksa dokumen administratif, melainkan memastikan setiap kapal penumpang maupun kargo yang lepas tali benar-benar memenuhi standar teknis yang kokoh dan aman bagi masyarakat luas.
Dari hasil observasi dan dialog intensif di lapangan, Komisi V DPR RI melayangkan penegasan penting: keselamatan, keamanan, dan mutu pelayanan publik adalah pilar utama yang tidak boleh dinomorduakan demi mengejar target volume penumpang. Kecepatan dan kelancaran mobilitas warga tentu krusial bagi perekonomian daerah, namun aspek perlindungan jiwa manusia di laut tetap menjadi harga mati yang tidak boleh terabaikan oleh kalkulasi angka.
Karena itu, parlemen mendesak agar prosedur operasi standar (SOP) kelaiklautan kapal ditegakkan tanpa celah toleransi. Pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap perangkat penyelamat darurat—mulai dari kelaikan sekoci, ketersediaan rompi pelampung (life jacket), rakit penolong (inflatable liferaft), hingga sistem deteksi dan pemadam kebakaran kapal—wajib diverifikasi secara konsisten sebelum surat persetujuan berlayar (SPB) diterbitkan. Melalui kolaborasi pengawasan yang ketat antara regulator dan operator, Pelabuhan Makassar diharapkan terus menjadi teladan pelabuhan yang aman, modern, dan humanis.



Reaksi dan Komentar