Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KE SINGAPURA, MENHUB PROMOSIKAN PEMANDUAN SELAT MALAKA DAN KUALA TANJUNG

KE SINGAPURA, MENHUB PROMOSIKAN PEMANDUAN SELAT MALAKA DAN KUALA TANJUNG


SINGAPURA -  Setelah selesai mendampingi Presiden RI Joko Widodo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) 2017 di Beijing, China, Sabtu (13/5) - Senin (15/5), hari ini Selasa (16/5), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Singapura untuk mempromosikan Pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura kepada para stakeholder, yaitu perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan  yang ada di Singapura.

"Saya telah meminta pak Dubes Singapura mengundang stakeholders, perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan untuk hadir di Kedutaan Besar RI di Singapura. Kita ingin mempromosikan pelayanan jasa pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura," ujar Menhub Budi sebelum pertemuan dimulai.

Menurut Menhub Budi, dengan adanya pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura maka bisa digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan pelabuhan Kuala Tanjung. "Para pandu yang melaksanakan tugas di kapal-kapal asing dapat dibekali pengetahuan tentang Kuala Tanjung, sehingga bisa mempromosikan kepada para nakhoda dan perusahaan pelayaran asing agar nantinya dapat menggunakan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan sandar," terang Menhub Budi.


WhatsApp Image 2017-05-16 at 16.11.21(3).jpegDi depan para stakeholders yang hadir, Mehub Budi memaparkan proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung dan Pemanduan Di Selat Malaka dan Selat Singapura. Terkait dengan Kuala Tanjung, Menhub menyampaikan akses ke pelabuhan akan segera dibangun, yaitu jalan tol dan rel kereta api, yang akan menghubungkan dengan wilayah industri di sekitarnya dan akan tersambung sampai ke Medan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Di samping itu, selain dibangun terminal kontainer dan terminal multiguna, di pelabuhan Kuala Tanjung juga dilengkapi kawasan industri dan perumahan. Total area yang tersedia di Pelabuhan Kuala Tanjung untuk pembangunan pelabuhan dan kawasan industri serta perumahan mencapai 3.000 Ha.

Mengenai pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura, Menhub Budi menyampaikan agar para stakeholders dapat memanfaatkan jasa yang disediakan oleh Pelindo I tersebut. Sebagaimana diketahui, pemanduan tersebut telah di-launching pada tanggal 10 April 2017 di Batam.

 


Jasa pemanduan yang disediakan oleh Pelindo 1 adalah Iyu Kecil - Nongsa (70 NM), Horsburgh - One Fanthom Bank (260 NM), Horsburgh - Dumai (220 NM), Horsburgh - Pulau Berhala (425 NM), Horsburgh - Lhokseumawe (540 NM),  Horsburgh - Pulau Sabang (680 NM) dan sebaliknya.

Menurut General Manager Pelindo 1 Batam, Herry Ams, saat ini sudah ada 1 perusahaan pelayaran anak usaha BUMN yang telah memanfaatkan jasa pemanduan dari Pelindo 1 untuk jalur Horsburgh - Lhokseumawe pp. Menurut Herry Ams, tarif Horsburgh - Lhokseumawe adalah sebesar 15.000 USD, kalau pp menjadi 30.000 USD.

Turut hadir pada pertemuan tersebut adalah Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono dan Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto.
WhatsApp Image 2017-05-16 at 16.11.21(1).jpeg

Reaksi dan Komentar