Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KECELAKAAN KAPAL DI LOMBOK, 2 ORANG MENINGGAL DUNIA 16/09/2016

KECELAKAAN KAPAL DI LOMBOK, 2 ORANG MENINGGAL DUNIA 16/09/2016

​

JAKARTA. Kapal motor KM Gili CAT II yang mengangkut 35 orang penumpang wisatawan asing dan 4 orang anak buah kapal (ABK) mengalami kecelakaan saat bertolak dari Pelabuhan Laut Padangbai menuju Pelabuhan Gili Trawangan di Lombok Utara, Kamis (15/9) pagi sekitar pukul 09.35 WITA.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo mengatakan bahwa kapal motor milik PT Samudera Ekspedisi Aman - Benoa yang dinakhodai Totok Wasito ini mengalami kejadian letupan pada sisi buritan.

"Pada pukul 09.25 WITA kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Laut Padangbai, 10 menit kemudian pada pukul 09.35 WITA terjadi letupan tepatnya di buritan kapal, di bawah tempat duduk penumpang", jelas Hemi.

Akibat kejadian ini dilaporkan 2 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.

"Dalam kecelakaan ini 2 orang dinyatakan meninggal dunia, 9 orang luka berat, 10 orang luka ringan, dan sisanya sebanyak 18 orang dinyatakan selamat termasuk nakhoda kapal", ujar Hemi. 

Untuk penanganan sejumlah korban langsung dilarikan ke RSUD Klungkung, Puskesmas Ulakan, dan RS.BMC Padangbai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Lanjut Hemi, dari data manifest kapal tercatat seluruh penumpang kapal naas ini adalah wisatawan asing. 

"Jumlah korban paling banyak adalah warga negara Inggris dan sisanya merupakan warga negara Spanyol, Perancis, Italia, Portugal, dan Irlandia", katanya.

Adapun penyebab kecelakaan kapal, saat ini belum dapat disimpulkan, "untuk penyebab kecelakaan sepenuhnya diserahkan kepada KNKT yang memiliki wewenang penyidikan terhadap penyebab kecelakaan kapal", ujarnya.

Reaksi dan Komentar