Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEHADIRAN TOL LAUT DORONG PERDAGANGAN ANTAR PULAU DI SAUMLAKI 08/05/201

KEHADIRAN TOL LAUT DORONG PERDAGANGAN ANTAR PULAU DI SAUMLAKI 08/05/201

TERNATE - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran program tol laut Presiden Joko Widodo dorong perdagangan antar pulau di Saumlaki. Dijelaskan Menhub, sebelumnya masyarakat di Saumlaki tidak mengerti adanya perdagangan antar pulau karena masyakarat menilai perdagangan antar pulau itu mahal dan terlalu jauh. Oleh karenanya Menhub menilai keberadaan tol laut ini selain bisa menurunkan disparitas harga di daerah terpencil dan terluar, ini juga bisa mendorong masyarakat menjadi kreatif dan memiliki suatu usaha baru bagi masyarakat yang bernilai ekonomi.

Dengan masuknya Saumlaki dalam rute jaringan tol laut telah menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku terlebih saat kapal yang bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) ini merapat di Pelabuhan Saumlaki.

“Di Saumlaki begitu ada kapal tol laut itu seperti berkah yang luar biasa bagi mereka, begitu ada kapal sembako datang di mana ada potensi untuk mengembalikan (muatan) dari sana menuju Pulau Jawa dan pulau lainnya,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Ternate, Senin (8/5).

Kemarin Minggu (7/5), usai meninjau Pelabuhan Tual, Provinsi Maluku Menhub Budi mengatakan Tual memiliki probabilitas yang tinggi untuk menjadi sentra perdagangan ikan di Indonesia Timur. Menhub Budi mendorong hasil perikanan dari Tual ini bisa langsung dibawa ke Kota Darwin, Australia.

“Probabilitas Tual menjadi sentra perdagangan ikan itu lebih tinggi, bukan tidak mungkin kita akan subsidi kapal apakah itu dari Saumlaki atau Tual langsung ke Darwin jadi ikan-ikan yang mahal bisa langsung dibawa ke sana, saya sudah bicarakan ini dengan Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan), jadi konsepnya adalah trade follow the ship,” ujar Menhub.

Menhub menyebut akan membawa wacana ini dalam kesempatan Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, untuk lebih mendorong program tol laut Menhub Budi mengaku telah meminta kepada swasta untuk membangun “Rumah Kita”.

Menhub berpendapat jika dikerjakan dengan serius maka bukan tidak mungkin Rumah Kita ini bisa menjadi bisnis baru yang menguntungkan swasta dan masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan pada tahun ini fokus untuk membangun Indonesia Timur. Terdapat dua program untuk membangun Indonesia Timur yaitu tol laut dan tol udara.

“Sekarang ini ada beberapa program, program tol laut kira-kira 300-400 milyar pada tahun ini, tol udara kira-kira 100-200 milyar, fokusnya Indonesia timur, Indonesia barat itu sedikit, cuma ke Natuna sama ke Mentawai,” pungkasnya.

Reaksi dan Komentar