Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kembali Menjabat, Menhub Budi Karya Fokus Percepat Konektivitas Dukung Pariwisata dan Logistik

Kembali Menjabat, Menhub Budi Karya Fokus Percepat Konektivitas Dukung Pariwisata dan Logistik

​Jakarta – Seusai dilantik kembali menjadi Menteri Perhubungan oleh Presiden RI Joko Widodo, Budi Karya Sumadi memastikan akan fokus untuk mendukung konektivitas transportasi yang terhubung dengan sektor pariwisata, dan logistik. Hal tersebut disampaikan dalam acara penyambutan dan arahan Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10). 


“Presiden memberikan perintah yang simple namun tidak mudah mengerjakannya. Presiden mengatakan infrastruktur masih menjadi prioritas untuk dilanjutkan. Yang membedakan kedepan  kita akan lebih  fokus  membuat prioritas di mana saja yang harus dibangun, di mana saja yang harus di-care," kata Menhub Budi.
WhatsApp Image 2019-10-23 at 17.39.38.jpeg
Untuk itu, Menhub menjelaskan, untuk satu tahun ke depan akan fokus membangun konektivitas transportasi untuk mengembangkan 5 (lima) Destinasi Wisata Super prioritas untuk mewujudkan “Bali Baru” di Indonesia yaitu Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur dan Manado (Likupang). 

“Pemerintah telah menetapkan 5 Destinasi Pariwisata Super prioritas yang akan dijadikan sebagai ‘Bali Baru’. Untuk itu perlu dibangun berbagai infrastruktur dan fasilitas transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan aksesibilitas. Tugas yang diberikan presiden itu ketat, kalau sekarang diukur kegiatan itu akan memberikan dampak yang baik atau tidak bagi masyarakat jadi semua harus terukur,” jelasnya.

Kementerian Perhubungan juga fokus mewujudkan konektivitas transpotasi untuk mendukung logistik. Ia mengatakan, akan mengintensifkan Pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Priok agar arus bongkar muat (troughput) peti kemas semakin meningkat. Tujuannya agar semakin besar kapal yang datang, sehingga semakin ekonomis. Diharapkan indeks logistic, angka ekspor dan devisa bisa meningkat, namun biayanya semakin ekonomis atau turun. 

“Intinya Bapak Presiden meminta kami untuk memastikan apa yang kita bangun dan kembangkan itu bisa “delivered” atau dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Tentunya untuk mewujudkan itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai mitra kerja dan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur transportasi,” tandas Menhub. 
WhatsApp Image 2019-10-23 at 17.39.41.jpeg
Pada acara penyambutan Menhub, turut dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon I, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di lingkungan Kementerian Perhubungan, mitra kerja BUMN bidang perhubungan dan mitra kerja asosiasi bidang perhubungan. (LKW/RDL/YSP/HA). 


Reaksi dan Komentar