Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB ATUR TRAYEK KAPAL PSO PENGIRIMAN BANTUAN KEMANUSIAAN KE WILAYAH GEMPA DI SULAWESI TENGAH

KEMENHUB ATUR TRAYEK KAPAL PSO PENGIRIMAN BANTUAN KEMANUSIAAN KE WILAYAH GEMPA DI SULAWESI TENGAH

​JAKARTA (30/9) - Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut akan memberikan kemudahan terhadap kapal-kapal PSO (Public Service Obligation) yang digunakan untuk pengiriman bantuan ke Palu dan Donggala, dimana terjadi gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) yang telah merenggut korban jiwa dan melumpuhkan perekonomian di kedua wilayah tersebut.


Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan kemudahan itu juga diberikan kepada kapal PSO yang dioperasikan PT Pelni. 

“PT. Pelni memberikan kemudahan terhadap siapa saja yang mau mengirimkan bantuan logistik ke Palu maupun Donggala, gratis tidak dipungut biaya,” kata Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu juga mengatakan, Minggu (30/9), ada kapal Pelni Lambelu dari Balikpapan tujuan Palu/Donggala. 

“Dari Balikpapan jam 09.00 WITA, bagi relawan yang membawa bantuan kemanusiaan, bisa menggunakan kapal ini, dan gratis dengan menunjukan surat tugas dari lembaga/instansi atau organisasinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu menyatakan bahwa ada sejumlah kapal yang memungkinkan deviasi dan digunakan untuk pengiriman bantuan ke Palu, yakni Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 1, berangkat dari Surabaya tanggal (3/10), bisa deviasi ke Palu setelah dari Makassar.

Lalu Kapal KM. Lambelu, berangkat pagi tadi (30/9) dari Balikpapan pukul 11.00 WITA menuju Pantoloan yang diperkirakan tiba pukul 23.00 WITA.

Selanjutnya, KM. Lambelu berangkat dari Makassar tanggal (5/10) pukul 11.00  WITA– 17.00 WITA ke Pare Pare -Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Pantoloan.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu menambahkan pada tanggal (12/10), kapal Lambelu dari Makassar berangkat pukul 17.00 WITA – 21.00 WITA, melalui Pare Pare-Balikpapan-Pantoloan.

Adapun kapal dengan embarkasi Balikpapan, yakni KM Lambelu tanggal (6/10), berangkat pukul 17.00 WITA dengan rute Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Pantoloan. 

"Lalu pada tanggal (13/10), KM Lambelu berangkat pukul 21.00 WITA dengan rute Balikpapan-Pantoloan.
Ada juga KM Labobar berangkat tanggal (11/10), pukul  21.00 WITA dari Balikpapan-Pantoloan. Kemudian tanggal (20/10), KM Lambelu, berangkat pukul 17.00 WITA dengan rute Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Pantoloan," kata Capt. Wisnu.

Untuk Kapal Labobar, pada tanggal (25/10) kembali melayari Balikpapan-Pantoloan, berangkat pukul 21.00 WITA. Untuk tanggal (27/10)  pukul 21.00 WITA, kembali kapal Lambelu melayari Balikpapan-Pantoloan.

Untuk Embarkasi Pare-Pare, ada kapal Lambelu, pada tanggal (13/10), berangkat pukul 04.00 WITA tiba di Pantoloan pukul 09.00 WITA, lalu dari Pare-pare – Pantoloan tanggal (14/10). KM Lambelu pada tanggal (5/10) berangkat pukul 23.59 WITA, tiba di Pantoloan pukul 23.00 WITA tanggal (8/10).

Sementara itu, jadwal kapal bantuan kemanusiaan PSO Penumpang untuk jakarta dan Surabaya adalah KM. Ciremai dari jakarta (7/10) pukul 16.00 WIB dan tiba Surabaya 8/10 pukul 16.00 WIB. Kapal KM. Labobar berangkat (8/10) pukul 19.00 WIB dan tiba di Surabaya untuk selanjutnya berangkat dari Surabaya ( 9/10 ) pukul 15.00 WIB menuju Balikpapan - Pantoloan.

Alternatif lain dapat menggunakan kapal KM. Dobonsolo  dari Jakarta  (2/10) dan tiba di Surabaya (3/10) kemudian berangkat menuju Makassar yang diperkirakan tiba pada  (4/10) untuk selanjutnya menggunakan KM. Lambelu (5/10) menuju Pare-Pare, Balikpapan, Tarakan, Nunukan dan tiba di Pantoloan pada tanggal (8/10).

 “Kapal-kapal PSO bisa diomit dan deviasi ke Palu. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut dapat memberikan izin apabila ada keperluan mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Sulawesi Tengah. Adapun untuk biaya tambat bisa digratiskan dulu seperti yang pernah dilakukan pada saat musibah gempa Lombok beberap waktu yang lalu,” tutup Capt. Wisnu. 


Reaksi dan Komentar