Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB BAHAS REPATRIASI ANAK BUAH KAPAL (ABK) DALAM WEBINAR INTERNASIONAL YANG DIGAGAS KBRI LONDON

KEMENHUB BAHAS REPATRIASI ANAK BUAH KAPAL (ABK) DALAM WEBINAR INTERNASIONAL YANG DIGAGAS KBRI LONDONKEMENHUB BAHAS REPATRIASI ANAK BUAH KAPAL (ABK) DALAM WEBINAR INTERNASIONAL YANG DIGAGAS KBRI LONDON

JAKARTA (27/8) - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan polemik di beberapa bidang baik secara Nasional maupun Internasional, salah satunya yang terkait dengan sektor perhubungan internasional adalah proses repatriasi dan pertukaran Anak Buah Kapal (ABK). Terkait hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menjadikan upaya perlindungan serta repatriasi ABK Indonesia yang terkena dampak Pandemi Covid-19 sebagai salah satu prioritasnya dengan turut menandatangani Joint Ministerial Statement of the International Virtual Summit and Crew Change bersama dengan 16 negara lainnya pada bulan Juli lalu.

Sebagai tindak lanjut dari International Virtual Summit tersebut, Indonesia melalui Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menegaskan komitmennya dengan turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam Webinar Internasional “Seafarers Talk: Repatriation and International Cooperation During Covid-19 Pandemic” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London selaku Host acara webinar tersebut yang dibuka resmi oleh KUAI KBRI London, Adam Tugio pada Rabu sore (26/8).

Webinar ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai wadah berbagi dan pertukaran best practices di bidang kerja sama Internasional dalam perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya dalam hal repatriasi ABK. Adapun topik pembahasan meliputi gambaran perekonomian dunia selama pandemi, peran stakeholder-stakeholder terkait (IMO dan Negara Pantai), serta langkah yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam hal repatriasi Pelaut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, selaku narasumber dari Kementerian Perhubungan, menyampaikan bahwa kegiatan repatriasi dan pertukaran awak kapal di Indonesia diatur bersama antara semua Kementerian dan Institusi terkait, antara lain Kementerian Koodinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, TNI, Kepolisian RI, BNPB, serta Gugus Tugas Covid-19 dengan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan SE No. 13 Tahun 2020 tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik dan Pelayanan Pelabuhan Selama Masa Darurat Penanggulangan Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, bekerja sama dengan pemilik kapal, pihak prinsipal dan atau agen, Indonesia juga memfasilitasi kebutuhan pertukaran ABK kapal asing dengan prosedur khusus dan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO.

“Kami memfasilitasi pelayanan terintegrasi termasuk informasi pra kedatangan, kedatangan, Debarkasi/Embarkasi, proses CIQP, pemeriksaan medis Covid-19, tempat untuk melakukan karantina/isolasi, transportasi darat, serta connecting flight untuk kembali ke rumah masing-masing,” jelas Antoni.

Saat ini, lanjut Antoni, proses repatriasi dan atau pertukaran awak kapal telah dilakukan di 8 (delapan) Pelabuhan, antara lain: Pelabuhan Pulau Galang, Pulau Nipah, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Priok, Merak, Benoa dan Makassar.

“Selanjutnya akan ada 8 (delapan) Pelabuhan tambahan yang akan ditetapkan sebagai tempat untuk melakukan proses repatriasi dan atau pertukaran awak kapal, yaitu Pelabuhan Belawan, Dumai, Tanjung Perak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Lembar, Ambon dan Sorong,” imbuhnya.

Antoni mengungkapkan, bahwa Otoritas Pelabuhan, bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan serta Kantor Custom dan Imigrasi selalu memperbaiki mekanisme khusus mereka dalam menangani aktivitas pertukaran kapal bagi ABK Indonesia ataupun ABK Asing dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan protokol kesehatan standar WHO, sehingga proses pertukaran ABK dapat berjalan dengan cepat dan efektif.

“Saat ini pun, kami masih terus melakukan rapat pembahasan secara nasional antara Kementerian dan Lembaga terkait mengenai koordinasi teknis di lapangan dalam proses repatriasi maupun pertukaran ABK,” tukasnya. 

Lebih lanjut, menurut Antoni, untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses repatriasi dan pertukaran ABK, serta mendukung para Pelaut sebagai Pekerja Kunci, Indonesia juga telah turut berpartisipasi dalam kampanye Internasional Global Calling All Ships in Ports Worldwide: Sound Your Horns campaign dengan menghimbau seluruh kapal yang berada di Perairan Indonesia untuk membunyikan klakson panjang selama 3 kali pada pukul 12 siang pada tanggal 8 Juli 2020 lalu.

“Hal ini menunjukkan dukungan Indonesia untuk menjadikan Pelaut sebagai Pekerja Kunci dan sebagai salah satu negara pemasok Pelaut terbanyak di dunia, Indonesia akan melakukan tanggung jawabnya dalam memastikan berlangsungnya proses repatriasi para Pelautnya dengan aman dan selamat,” tutup Antoni.

Sebagai informasi, selain Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, kegiatan Webinar ini menghadirkan narasumber yang terdiri dari Charge d’Affairs KBRI di London, Adam M. Tugio; Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum di Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha; Director of Maritime Safety and Standards & Permanent Representative of the UK to the IMO, Katy Ware; Director of Legal and External Affairs IMO, Frederick J. Kenney; dan Inspectorate Coordiantor International Transport Workers’ Federation (ITF). 
  
Sedangkan para peserta Webinar antara lain berasal dari Kedutaan Besar ASEAN di London, Kedutaan Besar negara-negara penyumbang pelaut utama, Kedutaan Besar negara-negara penyedia jasa pelabuhan utama, lembaga think tank (Inggris dan Indonesia), perwakilan dari Organisasi Internasional terkait (ILO dan ITF), perwakilan dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, dan Kementerian / Lembaga terkait di Indonesia.

Reaksi dan Komentar