Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB BANTU EVAKUASI PENGUNGSI DI WAMENA DENGAN KAPAL LAUT DAN PESAWAT

KEMENHUB BANTU EVAKUASI PENGUNGSI DI WAMENA DENGAN KAPAL LAUT DAN PESAWAT

Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal laut untuk mengevakuasi pengungsi di Wamena, Jayapura. Hal tersebut dilakukan agar para pengungsi juga korban dapat dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamanannya mengingat kondisi Wanena yang sedang tidak kondusif.  

"Kami akan membantu eksodus warga di Papua dengan menyiapkan beberapa jenis kapal. Yaitu Kapal Negara KPLP,  Navigasi, perintis dan Pelni berjadwal di beberapa pelabuhan Papua Barat dan Papua," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan, Senin (30/9). 

Adapun kapal yang disiapkan meliputi KN KALAWAI P. 117 berada di Pelabuhan Gudang Arang Ambon dan KN GANDIWA P. 118 dari  Pangkalan PLP Kelas II Bitung. Kapal tersebut berkapasitas 100 - 150 orang. Selain itu dalam kapal juga disiapkan persediaan logistik. 

WhatsApp Image 2019-09-30 at 18.25.43 (1).jpeg

Selain kapal, Kementerian Perhubungan juga menyediakan pesawat Trigana, Deraya, My Indo, Semuwa Aviation Mandir, Jayawijaya Air Dirgantara, Wings Air, dan dua tipe pesawat Hercules yang dapat mengangkut lebih dari 500 orang. 

"Dari data yang kami terima kebanyakan pengungsi bertujuan ke Sorong, Ambon, Ternate, Bitung dan Makasar.  Jadi kami akan berupaya mengeksodus para pengungsi ke kampung halaman mereka," jelas Hengki.  

Sebagai informasi jumlah pengungsi di Wamena, Papua mencapai ribuan orang yang masih berada di sejumlah tempat seperti gereja dan rumah warga. Kerusuhan di Wamena menelan 32 orang korban jiwa sehingga seluruh masyarakat panik dengan situasi keadaan di Wamena. Maka dari itu Kemenhub hadir untuk membantu pengungsi untuk keluar dari Wamena. (LKW/RDL/YSP/HA).

Reaksi dan Komentar