Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau Padar

Kemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau PadarKemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau PadarKemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau PadarKemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau PadarKemenhub Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang KM. Budi Utama yang Tenggelam di Perairan Pulau Padar

Labuan Bajo (22/06) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui tim aksi cepat atau Quick Response Team (QRT) KSOP Kelas III Labuan Bajo telah mengevakuasi korban insiden tenggelamnya kapal tradisional pengangkut penumpang KM. Budi Utama yang berada di perairan Selatan Pulau Padar, Sabtu (22/6)
 
Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengungkapkan tim QRT kolaborasi KSOP Kelas III Labuan Bajo  bersama Basarnas Labuan Bajo, Polairud dan TNI Angkutan Laut berhasil mengevakuasi dengan selamat seluruh awak kapal  dan seluruh penumpang.
 
"Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi dengan selamat, selanjutnya dievakusasi menuju Labuan Bajo dengan menggunakan KM. Senada Pinishi," ungkapnya.
 
Stephanus mengungkapkan kronologi awal kapal tenggelam diduga karena terseret dan tidak bisa dikendalikan karena arus kuat dan gelombang dilokasi pertemuan arus.

“Dugaan awal kapal tenggelam dikarenakan terseret sehingga tidak dapat dikendalikan, untuk itu saya himbau agar kita semua waspada dengan adanya cuaca ekstrem,” ujar Stephanus.

Lebih lanjut Stephanus mengatakan personil dan kapal yang diturunkan yaitu Ruber Boat Basarnas dan KSOP Kelas III Labuan Bajo serta RIB Polair Polda NTT. Anggota Tim yg ke lapangan dari KSOP sebanyak 5 Personil, Polair 2 Personil, Basarnas 3 Personil dan TNI AL 1 Personil 

“Pihak KSOP Kelas III Labuan Bajo selanjutnya mengeluarkan Notice To Mariner (NTM) dan Broadcast Securite kepada kapal-kapal yang berlayar disekitar perairan Padar dan Pulau Komodo sebagai antisipasi kecelakaan pelayaran,” tambah Stephanus (MM)

Reaksi dan Komentar