Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Berhasil Fasilitasi Pemulangan ABK ke Indonesia

Kemenhub Berhasil Fasilitasi Pemulangan ABK ke IndonesiaKemenhub Berhasil Fasilitasi Pemulangan ABK ke IndonesiaKemenhub Berhasil Fasilitasi Pemulangan ABK ke Indonesia

JAKARTA (06/01)- Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri - Perlindungan Warga Negara Indonesia berhasil memfasilitasi kepulangan 11 (sebelas) Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) MV Grand Sunny. Kapal yang berbendera Sierra Leone dengan nomor IMO 8784456 tersebut sebelumnya tertahan di Pelabuhan Hongkong sejak Agustus 2023 dan telah kembali ke Jakarta untuk tahap pertama pada tanggal 25 November 2024 untuk 3 (tiga) orang Crew kapal, dan tahap kedua pada tanggal 23 Desember 2024 untuk 8 (delapan) orang Crew Kapal dan total 11 (sebelas) orang Awak Kapal MV. Grand Sunny

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting, mengungkapkan bahwa 11 ABK tersebut sempat tertahan kepulangannya ke Indonesia sejak November 2023. Alasannya karena mereka belum mendapatkan haknya seperti gaji dan asuransi yang seharusnya dibayarkan tepat waktu. Namun, terkendala sehingga mengalami keterlambatan. 

"Saat ini, kesebelas orang tersebut sudah kembali ke tanah air dengan selamat," ujar Capt. Ginting.

Adapun 11 orang ABK tersebut diantaranya adalah Ciprianus Purwana Jumadi (master), Guruh Prabowo (chief officer), Ahmad Maulana (2nd officer), Agus Jonathan (chief engineer), Muhamad Ropik (2nd engineer), Anwar Nursyam (3rd engineer),  Firman Kurniawan(A/B), Ismail (A/B), Mohammad Rofii (A/B), Abdul Jalil (Oiler), dan Ainun Najib (cook).

Berdasarkan informasi dari Nahkoda KM Grand Sunny, Ciprianus Purwana Juwadi bahwa seluruh paspor milik Crew kapal WNI ditahan oleh perusahaan dan pemilik kapal. Sehingga, mereka terpaksa hidup di kapal sejak Oktober 2023.

Selain itu, para Crew kapal sempat terputus kontaknya dengan pemilik kapal sejak Desember 2023. Perusahaan tidak bisa dihubungi tanpa alasan yang jelas. 

"Kami berusaha untuk pulang ke Indonesia dengan menyampaikan aduan melalui surat yang kami sampaikan ke Kementerian Perhubungan dan pemerintah terkait," ujar Ciprianus.

Dalam hal tersebut, Kementerian Perhubungan selaku pihak pemerintah memastikan kepada pemilik kapal agar seluruh ABK WNI yang bertugas di KM Grand Sunny tersebut mendapatkan hak dan kebutuhannya sesuai dengan masa kerjanya. Termasuk sisa gaji yang belum dibayarkan kepada ABK dan memulangkan semua ABK ke Indonesia. (SR/JOE/AK)

Reaksi dan Komentar