Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB BERI PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DI SEKITAR PELABUHAN PATIMBAN

KEMENHUB BERI PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DI SEKITAR PELABUHAN PATIMBANKEMENHUB BERI PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DI SEKITAR PELABUHAN PATIMBANKEMENHUB BERI PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DI SEKITAR PELABUHAN PATIMBANKEMENHUB BERI PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DI SEKITAR PELABUHAN PATIMBAN

Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kemenhub memberikan pelatihan wirausaha kepada para perempuan di sekitar wilayah Pelabuhan Patimban dengan tema “Pengabdian Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Perempuan Dalam Kewirausahaan Baru Menuju Indonesia Maju yang dilaksanakan pada Senin (23/11), di Subang, Jawa Barat.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhub Endang Budi Karya mengatakan, kegiatan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat sekitar Pelabuhan Patimban merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan roda perekonomian, menciptakan peluang usaha baru, dan meningkatkan potensi masyarakat khususnya para perempuan di sekitar pelabuhan patimban agar lebih produktif.

“Saat ini kita ketahui bersama bahwa Desa Patimban, Desa Kalentambo, Desa Gempol, Desa Pusakaratu, Desa Kotasari, Desa Rancadaka dan Desa Mundusari adalah sejumlah desa yang berada di sekitar  Pelabuhan Patimban. Untuk itu perlu adanya pengolaan sumberdaya manusia untuk masyarakat di sini dengan memberikan pelatihan, khususnya kepada kaum perempuan agar lebih produktif dan melihat peluang baru,” ujar Endang Budi Karya.

Lebih lanjut Endang Budi Karya menuturkan bahwa peran perempuan sangatlah penting dalam memajukan perekonomian Indonesia, karena mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan cara berwirausaha.

“Saya melihat potensi sumberdaya yang ada dan semangat ibu-ibu masyarakat di Patimban dan sekitarnya merupakan modal utama untuk kita bisa lebih maju lagi, dengan menciptakan peluang peluang usaha baru, salah satunya adalah melalui industri kriya,” tutur Endang.

Pelatihan Kriya diikuti oleh sekitar 100 orang perempuan di sejumlah desa di sekitar Pelabuhan Patimban. Pelatihan yang diberikan yaitu bagaimana cara mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan seperti : serat alam, kayu, tanah liat, batuan, tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, logam, dan hasil kekayaan alam lainnya, menjadi benda benda yang memiliki nilai tambah, baik bernilai pakai, bernilai seni, maupun bernilai dalam income/pendapatan.

Pelatihan yang diberikan diantaranya yaitu : membuat gantungan kunci, membatik dengan tamarin maupun teknik pengemasan produk untuk ikan asin dan telor asin, dimana kedua produk tersebut (ikan asin dan telor asin) telah menjadi produk unggulan masyarakat di Subang dan sekitarnya. Pelatihan ini pun tidak hanya berhenti di pemberian pelatihan pembuatan kerajinan kriya saja, namun juga akan membantu sampai dengan tahap promosi dan pemasaran produk hasil pelatihan.

Sebagai informasi, Pelabuhan Patimban diproyeksikan untuk mendukung kegiatan eksport import dan logistik di Indonesia. Dengan adanya hal tersebut pelabuhan ini nantinya akan menjadi simpul transportasi yang sangat strategis, seperti pelabuhan Tanjung Priok, yang akan menghubungkan wilayah industri produktif di Subang, Karawang, Purwakarta dan sekitarnya.

Kemenhub tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban semata, namun juga turut memperhatikan aspek ekonomi dan sosial masyarakat wilayah sekitar melalui pemberian Diklat Kewirausahaan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Pembentukan Koperasi dan Bantuan Kapal dengan kecepatan dan kapasitas tinggi bagi para nelayan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan perekonomian masyarakat sekitar juga semakin meningkat. (LKW/RDL/LA/JD)

Reaksi dan Komentar