Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB DORONG PERAN KEHUMASAN UNTUK CEGAH PEREDARAN NARKOBA DI PELABUHAN

KEMENHUB DORONG PERAN KEHUMASAN UNTUK CEGAH PEREDARAN NARKOBA DI PELABUHAN

​

JAKARTA (14/11) – Seiring peningkatan peredaran narkotika dan obat/bahan berbahaya atau lebih dikenal dengan Narkoba, Pemerintah Indonesia terus berupaya mencegah peredaran narkoba, khususnya di simpul-simpul transportasi. Sejalan dengan upaya ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut mendorong peran kehumasan turut andil dalam upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Dampak dari bahaya narkotika dan jumlah korban dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang terpadu dan serius.

"Melalui acara forum kehumasan ini, kita dapat bersinergi dan bersama-sama mencegah masuknya narkoba di pelabuhan (khususnya Pelabuhan Tanjung Priok) yang diharapkan menjadi pelabuhan sehat, karena indikasi untuk menjadi pelabuhan yang sehat adalah terbebas dari lalu lintas OMKABA (Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan) atau hal-hal yang bisa merusak lingkungan atau mengancam kesehatan masyarakat termasuk narkoba," ucap Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Hermanta saat memberikan sambutan pada acara Forum Kehumasan di Jakartw, Kamis (14/11).
IMG-20191114-WA0122.jpg
Menurutnya, Indonesia disinyalir merupakan negara dengan tingkat pemakai dan pendistribusian narkoba yang cukup tinggi bahkan sudah sampai dilevel yang sangat mengkhawatirkan. "Kita ketahui bersama bahwa Pelabuhan adalah pintu gerbang perekonomian negara dimana pelabuhan merupakan tempat masuk dan keluarnya barang antar pulau serta naik turunnya penumpang," ungkap Hermanta. 

Oleh karena itu, Ia melanjutkan, pelabuhan juga disinyalir merupakan pintu masuknya narkoba melalui jalur laut. "Beberapa waktu yang lalu ditemukan beberapa kasus penyelundupan narkoba memalui jalur laut (pelabuhan)," kata Hermanta. 

Lebih lanjut, Hermanta mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan suatu masalah nasional bahkan internasional  yang cukup kompleks. "Peredaran gelap Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan," kata Hermanta. 

Sebagai penutup, Hermanta mengajak kepada semua pihak khususnya di bidang kehumasan untuk sama-sama berperan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba ini. "Sejalan dengan tema 'SINERGI HUMAS PEMERINTAH DAN STAKEHOLDERS DALAM MEWUJUDKAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK YANG SEHAT, TANPA NARKOBA', kami mengajak kepada kita semua yang hadir di ruangan ini untuk bersama-sama mencegah keluar masuknya narkoba melalui jalur laut atau pelabuhan,” tutup Hermanta.
IMG-20191114-WA0121.jpg
Turut hadir dalam acara forum kehumasan ini Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP. Emerich Simangunsong dan Penyuluh Narkoba Ahli Madya Dit. Advokasi Deputi Bidang Pencegahan Diani Indramaya.


Reaksi dan Komentar