Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB FASILITASI KUNJUNGAN MENTERI-MENTERI PEMBANGUNAN NEGARA ANGGOTA G20 DI MENARA SUAR PULAU LENGKUAS

KEMENHUB FASILITASI KUNJUNGAN MENTERI-MENTERI PEMBANGUNAN NEGARA ANGGOTA G20 DI MENARA SUAR PULAU LENGKUAS

 

BELITUNG (9/9) - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memfasilitasi pertemuan Menteri-menteri Pembangunan negara anggota G20 di Menara Suar (mercusuar) Pulau Lengkuas. Mercusuar Pulau Lengkuas ini berada di wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok.

 

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, Raymond Sianturi mengatakan, dalam pertemuan ini ada 19 Menteri Pembangunan yang hadir termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

 

"Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut berpartisipasi mensukeskan acara G20 dengan menyiapkan salah satu objek yang disinggahi dari kegiatan Island Hopping para Menteri Pembangunan Negara Anggota G20 beserta rombongan yaitu Menara Suar Lengkuas," ujar Raymond, di Pulau Lengkuas, Kepulauan Bangka Belitung Jumat (9/9).

 

Ia menuturkan, selain menjadi unsur keselamatan yang sangat penting dalam lalu lintas pelayaran, Menara Suar Lengkuas ini merupakan menara suar yang paling indah di Indonesia.

 

"Menara ini adalah peninggalan sejarah yang harus di rawat dan dilestarikan. Bukan hanya karena fungsi bagi pentingnya keselamatan pelayaran, namun juga karena nilai-nilai sejarah dan nilai estetika yang dimilikinya," ucap Raymond.

 

Ia menambahkan, apalagi menara ini juga menawarkan pemandangan gradasi laut yang menawan seperti air laut yang bening, pantai yang putih terang, tumpukan batu granit berukuran raksasa, lambaian pohon nyiur, semua bisa disaksikan dengan jelas disini.

 

Adapun Menara Suar L.I.Enthoven atau Lengkuas memiliki tinggi 60 meter yang terletak di Pulau Lengkuas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Menara Suar ini dibangun pada tahun 1882 oleh perusahaan Chance Brothers & Co asal Birmingham, Inggris. Menara suar ini terdiri dari 17 lantai dimana setiap lantai terhubung dengan 11 hingga 19 anak tangga dan mulai aktif beroperasi dari pukul 17.00 sore hingga 06.00 pagi.

 

Untuk menjaga keutuhan dan fungsi menara suar, maka Pemerintah melalui Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok senantiasa berupaya melakukan pemeliharaan dan upaya-upaya pelestarian Menara Suar Lengkuas termasuk pada Tahun 2022 ini yang dilaksanakan bersamaan dengan persiapan menyambut Delagasi DWG G20 Presidensi Indonesia dalam program Islands Hopping di Belitung.

 

"Para delegasi G20 sangat mengagumi keberadaan dan kondisi Menara Suar Pulau Lengkuas yang masih dalam keadaan sangat baik dan tetap menjalankan fungsi vital bagi keselamatan pelayaran meskipun telah berusia 140 tahun," ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Pejabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan khususnya Ditjen Perhubungan Laut yang telah memfasilitasi kunjungan para delegasi di Pulau Lengkuas.

 

"Para delegasi G20 sangat terkesan dengan persiapan kita. Mereka senang melihat jalan-jalan yang bersih dan anak-anak sekolah melambaikan bendera, mereka berterima kasih dengan kehangatan kita" ungkapnya.

 

Ridwan melanjutkan, para delegasi juga terkesan dengan pemandangan alam Pulau Lengkuas yang memiliki banyak batu-batuan alam yang sangat indah.

 

"Mereka banyak bertanya tentang batu-batu besar ini dan bagaimana proses terjadinya itu kita jelaskan secara ilmiah secara geologi. Dan mereka juga terkesan sejak tahun 1882 sudah ada menara suar seperti ini dan menanyakan untuk apa dan kita jelaskan selain untuk kepentingan pemerintahan juga untuk kepentingan pelayaran" tutupnya.

Reaksi dan Komentar