Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANG

KEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PEMULANGAN 6 JENAZAH KECELAKAN KAPAL KEOYOUNG SUN DI PERAIRAN JEPANG

JAKARTA (6/4)- Sebagai bentuk perlindungan hak pelaut, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berhasil memfasilitasi pemulangan 6 (enam) jenazah Kru ABK (Anak Buah Kapal) Keoyoung Sun yang tenggelam di perairan Shimoneski, Jepang. Pemulangan enam jenazah tersebut dilakukan secara bertahap, dengan dua jenazah ABK yaitu alm. Suwatno dan Muhammad Munir Agung Suhartono tiba di Indonesia pada 4 April 2024, alm. Riko Mayanto dan Ade Ageng Suparman pada 5 April 2024, sedangkan dua jenazah lainnya atas nama alm. Yudi Yudiana Abdullah dan Rosin akan diterbangkan dari Tokyo ke Jakarta pada 6 April 2024.

"Setelah melalui proses yang panjang, sampai saat ini empat jenazah telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dan dua jenazah lainnya akan tiba 6 April 2024 pada pukul 17.35 WIB,” ungkap Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Hartanto dalam keterangan resmi, (5/4).

Sedangkan untuk 1 ABK WNI yang masih belum ditemukan, Japan Coast Guard sampai saat ini terus mengerahkan anggotanya dan masih dalam tahap pencarian.

“WNI atas nama Asep Saepudin Juhri hilang dan masih dicari oleh pihak terkait di Jepang. Kemenhub dan Kemenlu akan terus berkoordinasi secara intensif guna menemukan semua ABK WNI kita yang menjadi korban kapal tenggelam ini,” terangnya.

Sebagai informasi, kapal pembawa bahan-bahan kimia berbendera Korea Selatan yang tenggelam di perairan Jepang tersebut membawa 11 awak kapal, terdiri dari 8 warga negara Indonesia (WNI), dua warga negara Korea Selatan, dan satu warga negara China. Dari total 8 WNI yang menjadi korban, 6 dinyatakan meninggal, 1 masih dalam pencarian, dan 1 orang atas nama Ryan Yudatama Lizar menjadi satu-satunya korban selamat dari tragedi ini. Penyebab kecelakaan pun masih dalam proses penyelidikan, namun diduga karena cuaca buruk. 

“Selain memfasilitasi pemulangan jenazah, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Luar Negeri juga akan mengawal proses pemenuhan hak almarhum untuk keluarga yang ditinggalkan, termasuk penyerahan asuransi, dan santunan bagi para korban,” tutur Tony Wibawa selaku Kasubdit Kawasan Lain di luar Kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri. 

Penyerahan hak tersebut nantinya dilakukan di kantor pusat Kementerian Perhubungan dan akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga dengan disaksikan oleh perwakilan dari Kemenlu serta perusahaan Keagenan awak kapal yang memiliki SIUPPAK.

"Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Semoga  keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, dan semoga 1 korban lainnya dapat segera ditemukan," tutup Hartanto.

Sebagai informasi, selain Ditjen Perhubungan Laut, pemulangan jenazah ABK turut dikawal oleh Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Perusahaan Keagenan awak kapal yang memiliki SIUPPAK. (ADY/MM/HB)

Reaksi dan Komentar