Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB FASILITASI PENCETAKAN DOKUMEN PELAUT YANG SELAMAT DARI KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN JEPANG

KEMENHUB FASILITASI PENCETAKAN DOKUMEN PELAUT YANG SELAMAT DARI KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PENCETAKAN DOKUMEN PELAUT YANG SELAMAT DARI KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PENCETAKAN DOKUMEN PELAUT YANG SELAMAT DARI KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN JEPANGKEMENHUB FASILITASI PENCETAKAN DOKUMEN PELAUT YANG SELAMAT DARI KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN JEPANG

JAKARTA (5/4) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memfasilitasi proses cetak ulang dokumen pelaut atas nama Ryan Yudatama Lizar yang sebelumnya tenggelam di perairan Shimonoseki, Jepang, Kamis (04/4/2024). Sebagai informasi, Ryan adalah satu-satunya korban selamat dari 8 (delapan) WNI yang ada di Kapal Keoyoung Sun berbendera Korea Selatan.

“Sesampainya Ryan di Indonesia, kami terus berkoordinasi dan bergerak cepat untuk memfasilitasi pencetakan dokumen-dokumen pelaut yang hilang saat beliau mengalami tragedi kapal tenggelam Maret silam,” ungkap Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Hartanto saat ditemui di Jakarta, (4/4).

Terkait 7 (tujuh) korban lainnya, Kementerian Perhubungan, lanjut Hartanto, juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan ship manning agency (agensi pengawakan kapal) masing-masing ABK WNI terkait pemenuhan hak-hak para pelaut tersebut.

"Kami juga berterima kasih kepada Kemenlu yang sangat koorperatif dan kolaboratif untuk bersama-sama memfasilitasi hak-hak para pelaut dalam tragedi tenggelamnnya kapal Keoyoung Sun. Tentunya, Kemenhub akan terus mengawal, berkoordinasi, dan memfasilitasi sampai terpenuhinya hak-hak para korban dan diharapkan tidak ada permasalahan-permasalahan yang terjadi kedepannya,” tambahnya.

Dari 8 (delapan) korban WNI, Japan Coast Guard mengkonfirmasi jenazah 6 (enam) WNI telah ditemukan, 1 (satu) ABK WNI selamat bernama Ryan Yudatama Lizar, sedangkan 1 (satu) ABK WNI lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

Pada kesempatan tersebut, Ryan yang hadir langsung di Gedung Kemenhub Jakarta mengapresiasi Ditjen Perhubungan Laut yang dalam hal ini telah membantu proses sejak awal pemulangan sampai pengurusan dokumen-dokumen yang hilang. 

“Saya pribadi berterima kasih dan merasa terbantu atas peran Kemenhub yang telah memfasilitasi proses pencarian di Jepang hingga saya tiba di Indonesia. Saya juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 7 (tujuh) rekan ABK lainnya,” tutupnya. (AD/MM/HB)
 

Reaksi dan Komentar