Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB GANDENG INSTANSI DAN STAKEHOLDER TERKAIT OPTIMALKAN MUATAN BALIK TOL LAUT DARI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

KEMENHUB GANDENG INSTANSI DAN STAKEHOLDER TERKAIT OPTIMALKAN MUATAN BALIK TOL LAUT DARI KABUPATEN HALMAHERA TIMURKEMENHUB GANDENG INSTANSI DAN STAKEHOLDER TERKAIT OPTIMALKAN MUATAN BALIK TOL LAUT DARI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

BULI (24/3) - Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya melakukan optimalisasi Tol Laut, salah satunya dengan menggandeng instansi dan stakeholder terkait untuk terus melaksanakan evaluasi dan koordinasi dalam rangka optimalisasi muatan tol laut, khususnya muatan balik, seperti yang dilaksanakan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Buli, Halmahera Timur.

Kepala Kantor UPP Kelas III Buli, Anwar Sahitua, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, Program Tol Laut Tahun 2020 dengan menggunakan Kapal KM. Logistik Nusantara 5, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Halmahera Timur. Namun demikian, Anwar mengakui bahwa masih terdapat kendala-kendala seperti kurangnya fasilitas bongkar muat serta muatan balik yang masih belum optimal.

“Untuk itu, kami ajak Instansi serta stakeholder terkait untuk berkoordinasi dan membentuk tim bersama dalam rangka mengoptimalkan muatan balik Tol Laut dari Pelabuhan Buli,” ujarnya.

Anwar mengungkapkan, masalah yang dihadapi selain sedikitnya muatan balik adalah kendala dan keterlambatan kegiatan di lapangan dikarenakan kurang memadainya fasilitas bongkar muat. Terkait hal tersebut, Anwar menyatakan pihaknya siap membantu menyediakan fasilitas Pelabuhan, terutama di sisi darat sebagai area bongkar kontainer, serta fasilitas peralatan bongkar muat berupa alat berat.

“Kami sudah mengusulkan pengadaan Peralatan Bongkar Muat seperti Forklift, Crane, dan Mobil Tronton, sehingga dapat mengatasi kendala dan dapat memudahkan kegiatan bongkar muat,” katanya.

Adapun terkait muatan balik, Anwar menjelaskan, bahwa pada tahun 2020 hasil komoditi yang dikirim ke Surabaya adalah Kopra sebanyak 1.188 Ton, hasil kayu olahan sebanyak 648 ton, dan hasil perikanan dan kelautan sebanyak 45 ton ikan.

“Jumlah ini masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan hasil Kopra di Halmahera Timur yang dalam satu tahunnya bisa mencapai 4.800 Ton. Selain itu, masih banyak juga komoditi daerah yang belum tersentuh secara maksimal oleh pengusaha, seperti rumput laut, serta hasil pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.

Anwar berharap, dengan dibentuknya Tim Bersama ini, kendala yang dihadapi dalam optimalisasi Tol Laut satu per satu dapat diselesaikan. Dinas-Dinas terkait, seperti misalnya Dinas Perindagkop Kabupaten Halmahera Timur dapat membantu para pengusaha yang mengalami hambatan dan kendala tentang perizinan, serta membantu mencari pembeli atau pemasaran di Surabaya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar bisa menampung hasil komoditi Masyarakat dan membuat Peraturan Daerah tentang Penjualan Hasil Komoditi,” tutupnya.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Bidang Perdangangan Dinas Perindagkop Kabupaten Halmahera Timur, Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Timur, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Halmahera Timur, serta perwakilan dari PT. Pelni Cabang Ternate, TKBM Pelabuhan Buli dan PElabuhan Maba, serta perwakilan dari para pengusaha.

Reaksi dan Komentar