Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB GELAR BIMTEK PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN, CEGAH KETIDAKSESUAIAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN

KEMENHUB GELAR BIMTEK PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN, CEGAH KETIDAKSESUAIAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHANKEMENHUB GELAR BIMTEK PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN, CEGAH KETIDAKSESUAIAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHANKEMENHUB GELAR BIMTEK PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN, CEGAH KETIDAKSESUAIAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHANKEMENHUB GELAR BIMTEK PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN, CEGAH KETIDAKSESUAIAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN

Jakarta (8/8) – Perkembangan bidang kepelabuhanan ke depan menuntut kesiapan seluruh pihak dalam mengembangkan pelabuhan sebagai bagian dari sistem logistik nasional yang memiliki peran penting dalam perkembangan suatu wilayah. Oleh karena itu, pengembangan pelabuhan harus memiliki pondasi yang kuat, sistem perencanaan yang terintegrasi, serta arahan pengembangan yang tepat.

Dalam proses tahapan perencanaan dan pembangunan pelabuhan yang melibatkan banyak pihak baik internal maupun eksternal, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk menyamakan persepsi dan isi serta kualitas dokumen agar tidak terjadi ketimpangan dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Kepelabuhanan, Muhammad Masyhud, yang diwakili oleh Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan, Yan Prastomo Ardi saat membuka Bimbingan Teknis Kepelabuhanan bagi semua pemangku kepentingan terkait di bidang kepelabuhanan di Jakarta, Kamis (8/8).

Yan Prastomo mengungkapkan, ada banyak tahapan yang harus dilalui dalam proses perencanaan pembangunan/pengembangan pelabuhan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 112 Tahun 2017, yaitu Tahapan Pra-Desain, Tahapan Desain, dan Tahapan Konstruksi.

“Tahapan Pra-Desain dilakukan melalui penyusunan dokumen pra studi kelayakan, studi kelayakan, Rencana Induk Pelabuhan, Dokumen Lingkungan, dan Dokumen Dampak Lalu Lintas, sedangkan Tahapan Desain dilakukan melalui penyusunan Dokumen Survey Investigation and Design (SID) dan Detail Engineering Design (DED),” ujarnya.

Selain itu, guna mendukung proses penyusunan dokumen perencanaan tersebut, ketersediaan data menjadi faktor esensial dengan ketersediaan data operasional pelabuhan yang andal sehingga dapat dijadikan dasar dalam perencanaan pengembangan pelabuhan di masa depan.

“Perencanaan pengembangan dan pembangunan pelabuhan harus ditetapkan berdasarkan kebutuhan dengan perhitungan dan proyeksi yang harus dilakukan dengan tepat dan cermat. Implementasi dokumen perencanaan tersebut juga harus dilaksanakan secara konsisten dan berorientasi pada kerangka kebijakan atau aturan, bukan pada aspek bisnis atau proyek semata,” ucapnya.

Proses perencanaan dan pembangunan/pengembangan pelabuhan ini, lanjut Yan, melibatkan banyak pihak baik internal maupun eksternal Kementerian Perhubungan. Untuk itu, menurutnya dibutuhkan kesamaan persepsi dan isi serta kualitas dokumen agar tidak terjadi ketidaksesuaian di lapangan.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini Ditjen Perhubungan Laut telah menetapkan berbagai standar beserta petunjuk teknis yang dilengkapi dengan berbagai prosedur serta tahapan untuk penyusunan dokumen rencana teknis pengembangan pelabuhan. Hanya saja, terkadang masih ditemui berbagai kendala mendasar dalam pelaksanaan penyusunan dokumen tersebut.

“Melalui bimtek ini, kami harapkan seluruh pihak dan juga para Kepala Kantor UPT dapat membantu menelaah, merumuskan, menganalisis dan menerjemahkan secara teknis berbagai aspek yang diperlukan dalam perencanaan pengembangan dan pembangunan pelabuhan, termasuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan,” pungkas Yan.

Terakhir, harapannya pelaksanaan Bimtek Kepelabuhanan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan menghasilkan masukan serta saran yang bermanfaat, mulai dari tahapan perencanaan, pembangunan mencakup pengembangan, hingga operasional pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.(AD/MM/HB)

Reaksi dan Komentar