Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB JALIN KERJASAMA DENGAN BRIN KEMBANGKAN SISTEM CERDAS SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN SMART BUOY

KEMENHUB JALIN KERJASAMA DENGAN BRIN KEMBANGKAN SISTEM CERDAS SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN SMART BUOYKEMENHUB JALIN KERJASAMA DENGAN BRIN KEMBANGKAN SISTEM CERDAS SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN SMART BUOYKEMENHUB JALIN KERJASAMA DENGAN BRIN KEMBANGKAN SISTEM CERDAS SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN SMART BUOYKEMENHUB JALIN KERJASAMA DENGAN BRIN KEMBANGKAN SISTEM CERDAS SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN SMART BUOY

JAKARTA (27/10) – Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Kelas II Semarang menjalin kerja sama dengan Pusat Riset Elektronika, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan suatu system cerdas pada Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang disebut dengan SMART BUOY.

Perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang, Dian Nurdiana dan Kepala Pusat Riset Elektronika, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, BRIN, Yusuf Nur wijayanto, di Hotel Ibis Styles Tanah Abang Jakarta pada hari Kamis (27/10) .

Dalam sambutannya, Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan, yang diwakili oleh Kepala Biro SDM dan Organisasi, Wismantono, menyampaikan, bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud nyata upaya yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman dalam penyelenggaraan keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Perkembangan lingkungan strategis nasional dan internasional menuntut penyelenggaraan pelayaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peran serta swasta dan persaingan usaha, otonomi daerah, dan akutanbilitas penyelenggara negara, dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran demi kepentingan nasional,” kata Hengki.

Hengki mengatakan, bahwa salah satu tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan keselamatan dan keamanan pelayaran adalah terpenuhinya kebutuhan fasilitas kenavigasian berupa SBNP, yaitu pelampung suar sesuai dengan standar yang berlaku.

“Hal ini telah dilaksanakan oleh Kantor Distrik Navigasi Kelas II Semarang, yang telah memiliki prototyping Pelampung Suar hasil redisain yang dikerjakan pada instalasi bengkel kenavigasian mereka, tentunya dengan mengedepankan prinsip-prinsip efektifitas, efisiensi dan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Hengki.

Hengki menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari hasil redisain pelampung suar yang dilaksanakan oleh Bengkel Distik Navigasi Kelas II Semarang tersebut, maka dilaksanakan perjanjian kerja sama dengan BRIN, yakni untuk melakukan riset dan inovasi lebih lanjut dalam pengembangan Sistem Cerdas (SMART BUOY) SBNP, yang secara teknis dapat meningkatkan fungsi dan nilai manfaat dalam pengoperasian SBNP.

“Hal ini merupakan salah satu upaya kita dalam mendukung keselamatan pelayaran serta penguatan terhadap inovasi redisain pelampung suar yang telah dilakukan oleh DIstrik Navigasi Kelas II Tanjung Emas,” tukas Hengki.

Lebih lanjut, Hengki beranggapan, bahwa kerja sama yang lebih luas dengan BRIN dalam melakukan riset dan pengembangan sarana dan prasarana kenavigasian yang lain perlu terus dilakukan. 

Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang, Dian Nurdiana, mengungkapkan bahwa redisain prototyping pelampung suar berdiameter 2,2 meter tersebut dilaksanakan oleh Bengkel Distrik Navigasi Kelas II Tanjung Emas secara mandiri, dimulai dari tahapan proses disain, manufaktur dan testing, yang dalam pelaksanaannya diinspeksi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Semarang. 

Dian mengatakan, bahwa di era digitalisasi ini pengembangan SBNP harus dilaksanakan sejalan dengan roadmap e-Navigation, yang mengedepankan integrasi system sarana dan prasarana keselamatan pelayaran.

“Oleh karena itulah kami menggandeng BRIN untuk bersama-sama melakukan riset dan inovasi dalam mengembangkan sistem cerdas (SMART BUOY) SBNP untuk mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” tukas Dian.

Pada kegiatan penandatanganan kerja sama ini, terang Dian, akan disampaikan pula highlight disain Smart Buoy serta hasil monitoring fase uji coba prototyping redisain pelampung suar.

Reaksi dan Komentar