Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma yang Terdampak Serangan Misil di Selat Hormuz

Kemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma yang Terdampak Serangan Misil di Selat HormuzKemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma yang Terdampak Serangan Misil di Selat Hormuz

JAKARTA (28/7) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengawal proses pemulangan 2 (dua) orang awak kapal Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT Belma yang terdampak insiden serangan misil di perairan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Kedua awak kapal tersebut tiba di Indonesia melalui Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (22/7) pukul 18.30 WIB. Proses penjemputan dilakukan oleh perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dan turut dihadiri oleh Direktur PT Utama Bahari Indonesia, Nur Suwanto, selaku perusahaan pemegang Surat Izin Usaha Keagenan Awak Kapal (SIUKAK).

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyampaikan bahwa negara hadir untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak pelaut Indonesia yang menghadapi situasi darurat saat bekerja di luar negeri.

“Pemerintah terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelaut Indonesia, termasuk dalam kondisi darurat akibat konflik atau gangguan keamanan di wilayah pelayaran internasional,” ujar Samsuddin.

Lebih lanjut, Samsuddin mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penanganan pemulangan tersebut, mulai dari perusahaan keagenan awak kapal, pemilik kapal, otoritas setempat, hingga Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri serta perwakilan pemerintah yang terlibat dalam proses koordinasi dan pemulangan.

“Kami memastikan proses penanganan, koordinasi, hingga pemulangan awak kapal dapat berjalan dengan baik bersama Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri sehingga para awak kapal dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam proses pemulangan ini,” ungkapnya.

Kronologi Serangan Misil

MT Belma diketahui berlayar melewati Selat Hormuz menuju Kharg Island Anchorage pada 15 Juli 2026. Dalam perjalanan tersebut, kapal mengalami dua kali serangan misil yang mengenai bagian funnel dan menyebabkan sejumlah kerusakan pada kapal.

Akibat kerusakan tersebut, mesin kapal tidak dapat beroperasi sehingga kapal terombang-ambing dan hampir mendekati daratan. Nakhoda kemudian memutuskan untuk berlabuh pada 16 Juli.

Pada 17 Juli, saat kapal berlabuh, MT Belma kembali mengalami serangan misil pada bagian funnel. Nakhoda segera menginstruksikan seluruh awak kapal untuk berkumpul di haluan sambil menunggu evakuasi. Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi oleh kapal bantuan menuju Pulau Kharg, Iran, untuk selanjutnya mendapatkan penanganan lebih lanjut.(PF/ETJ/HJ)

Pemulangan Awak Kapal abk

Reaksi dan Komentar