Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB KERAHKAN EMPAT KAPAL BANTU EVAKUASI SERIBUAN PENGUNGSI TSUNAMI SELAT SUNDA YANG TERISOLIR DI P

KEMENHUB KERAHKAN EMPAT KAPAL BANTU EVAKUASI SERIBUAN PENGUNGSI TSUNAMI SELAT SUNDA YANG TERISOLIR DI P

​BANTEN (26/12) - Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan 4 (empat) kapal untuk membantu evakuasi para pengungsi akibat bencana tsunami di Selat Sunda yang terisolasi di Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang.

Keempat kapal yang disiapkan untuk mengangkut para pengungsi di Pulau Sebesi dan Sebuku adalah Kapal Patroli KPLP. KNP. Jembrio P.215 dan KNP. Trisula P.111 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, kapal KM. Sabuk Nusantara 66 yang dioperatori PT. Pelni dan kapal penyeberangan KMP. Jatra 3 milik PT. ASDP Indonesia (Persero).

"Kemarin, KNP. Jembio telah mengevakuasi 116 orang dari Pulau Sebesi dan Sebuku. Kondisi disana sangat memprihatinkan karena banyak pengungsi yang masih belum tersentuh dan mereka ingin dievakuasi dari Pulau tersebut. Oleh karena itu, kami memutuskan kembali mengirimkan kapal untuk mengevakuasi pengungsi yang sudah tercatat sekitar 1.000 orang keluar dari Pulau tersebut, " ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus. H. Purnomo hari ini (26/12) di Jakarta.

Menurut Dirjen Agus, nantinya seluruh pengungsi di Pulau Sebesi dan Sebuku akan dievakuasi ke dermaga 5 Bakauheni Lampung. Dirjen Agus juga menjelaskan bahwa para petugas SAR termasuk petugas dari Ditjen Perhubungan Laut terus berupaya memberikan bantuan dan menolong para korban bencana tsunami di Selat Sunda. 
IMG-20181226-WA0004.jpg
Adapun Kapal KM. Sabuk Nusantara 66 semalam dilepas oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko telah berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa dan tiba di Pulau Subesi hari ini (26/12) pada pukul 08.00 WIB membawa bantuan kemanusiaan dan tim medis. 

"Nantinya kapal tersebut akan digunakan untuk mengangkut para pengungsi di pulau tersebut bersamaan dengan kapal KNP. Jembio yang sudah dulu tiba," tutur Dirjen Agus.

Untuk kapal KNP. Trisula telah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok dan kapal KMP. Jatra 3 dari Pelabuhan Bakauheni keduanya tiba di Pulau Sebesi pada hari ini pukul 09.00 WIB yang juga disiapkan untuk mengevakuasi para pengungsi di Pulau tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Pangkalan KPLP Tanjung Priok, Capt Pujo Kurnianto menjelaskan bahwa banyak pengungsi yang ingin segera dievakuasi oleh kapal patroli KNP. Jembio kemarin namun karena keterbatasan kapasitas kapal, maka Kemenhub kerahkan 3 kapal lagi sehingga seluruhnya berjumlah 4 kapal untuk membantu evakuasi para pengungsi di pulau tersebut.

Menurut Capt. Pujo yang ikut ke Pulau tersebut, rasa cemas masih dirasakan para pengungsi di pulau Sebesi yang takut kejadian serupa akan terulang lagi sehingga para pengungsi menginginkan untuk dapat dievakuasi keluar dari pulau tersebut.

"Ketika kemarin kapal patroli KNP. Jembio tiba di pulau tersebut, banyak pengungsi yang meminta untuk segera dievakuasi keluar pulau namun karena keterbatasan kapasitas kapal KNP. Jembio maka kami sampaikan bahwa hari ini akan ada 4 kapal yang akan mengevakuasi para pengungsi. Kami pastikan ke para pengungsi kalau negara hadir untuk membantu warganya yang sedang mengalami musibah," tutup Capt. Pujo.

Sebagai informasi, Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang terletak di gugusan Kepulauan di Selat Sunda dan dekat dengan Gunung anak Krakatau merupakan wilayah yang terdampak bencana tsunami yang terjadi Sabtu (22/12) lalu. Mengingat wilayahnya yang merupakan kepulauan maka akses keluar pulau hanya melalui jalur laut.


Reaksi dan Komentar