Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Kerahkan Kapal Berpendingin untuk Evakuasi Korban KMP Virgo

Kemenhub Kerahkan Kapal Berpendingin untuk Evakuasi Korban KMP VirgoKemenhub Kerahkan Kapal Berpendingin untuk Evakuasi Korban KMP Virgo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan kapal berpendingin KN Kunyit untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa. Pengerahan KN Kunyit dilakukan pada hari ke-12 operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan, KN Kunyit membawa reefer container atau kontainer berpendingin menuju Ring 1 area operasi. “Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” ujar Hary dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Hary mengatakan, fokus operasi SAR pada hari ke-12 diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal. Penyelaman dilakukan untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak di dalam kapal. Pengerahan KN Kunyit juga untuk memperkuat dukungan operasional di lokasi kejadian, terutama dalam penanganan korban hasil evakuasi.

Kemenhub terus mengoptimalkan armada dan personel untuk mendukung operasi SAR gabungan. Selain KN Kunyit, sejumlah armada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah beroperasi di lokasi sejak awal pencarian. Armada tersebut meliputi KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak. Kedua kapal mendukung kebutuhan logistik, mobilisasi, dan evakuasi korban melalui jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

“Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ungkap Hary.

Hary menjelaskan, seluruh jajaran teknis di lapangan telah diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi dan menjaga kelancaran alur evakuasi. Jajaran tersebut mencakup Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta Distrik Navigasi Banjarmasin. Koordinasi dilakukan bersama Basarnas, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Polri, dan seluruh potensi SAR yang terlibat.

Prioritas utama operasi tetap pencarian korban dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel. Berdasarkan data resmi Basarnas per 24 September 2026 pukul 18.00 WITA, jumlah orang di atas kapal atau person on board (POB) KMP Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 orang telah ditemukan.

Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 42 orang meninggal dunia. Sementara itu, 93 orang lainnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di area operasi dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–20 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,5–1,25 meter, sedangkan arus permukaan kurang dari 1 knot.

Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, operasi penyelaman tetap menghadapi risiko perubahan arus bawah air. Karena itu, seluruh kegiatan diwajibkan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) masing-masing satuan.

“Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, keselamatan seluruh personel tim SAR Gabungan, khususnya para penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah air, tetap menjadi prioritas utama. Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai SOP standar masing-masing satuan,” tegas Hary.

pelabuhan Kecelakaan kapal

Reaksi dan Komentar