Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP EVAKUASI KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL KM. SUMBER ARUM DI PERAIRAN BANJARMASIN

KEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP EVAKUASI KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL KM. SUMBER ARUM DI PERAIRAN BANJARMASINKEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP EVAKUASI KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL KM. SUMBER ARUM DI PERAIRAN BANJARMASINKEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP EVAKUASI KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL KM. SUMBER ARUM DI PERAIRAN BANJARMASIN

SURABAYA (26/04) – Kapal KM. Sumber Arum yang membawa muatan kayu dilaporkan tenggelam di perairan Taboneo Banjarmasin. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) milik Pangkalan PLP Tanjung Perak Surabaya yaitu Kapal Patroli KN. Chundamani-P.116 menuju lokasi tenggelamnya kapal.

“Berdasarkan laporan yang diterima, kami segera merespon cepat dan memimpin proses kegiatan operasi SAR menuju titik evakuasi korban dengan mengirimkan Kapal Patroli KN. Chundamani-P.116 yang langsung dipimpin oleh Komandan Kapal Capt. Eko Hadi Suyanto,” ujar Kepala Pangkalan PLP Tanjung Perak Mulyadi saat dimintai keterangan tentang proses evakuasi tenggelamnya kapal tersebut di Surabaya, Minggu (26/04).

Ia menjelaskan Kapal KM. Sumber Arum bertolak dari Cekatan Kab. Pulau Pisang Kalimantan Tengah menuju Pamekasan Madura. Berdasarkan keterangan dari Nakhoda dan ABK kapal, musibah itu bermula ketika sekitar pukul 02.00 waktu setempat, kapal KM. Sumber Arum menabrak kayu balok dalam pelayarannya, sehingga bagian haluan mengalami kebocoran dan air masuk kedalam kapal, tidak lama berselang kapal pun tenggelam.

“Tepat pukul 09.00,kapal KN.Chundamani-P.116 menuju lokasi kejadian. Lalu Capt. Eko mengintruksikan peran Sea Rider yang digunakan untuk mencari dan melokalisir lokasi,” kata Dia.

Lebih lanjut, Mulyadi mengungkapkan bahwa kapal yang membawa muatan kayu gelam sebanyak 85 m2 tersebut membawa 6 awak kapal. Mereka bertahan menggunakan rakit dari kayu bambu yang ada terombang-ambing di perairan tersebut pada titik koordinat 03°54' 145" S /112°42'391" E TB. Atantic 10 yang melintas memberikan pertolongan.

“Dibantu KN. Chundamani-P.116 akhirnya didapatkan TB. Atantic 10 yang menjadi penampungan korban KM. Sumber Arum tersebut. Selanjutnya seluruh korban dinyatakan selamat dan langsung dilakukan pengecekan suhu badan serta serangkaian protokol kesehatan sebelum diangkut dan on board di KN.Chundamani-P.116,” tutur Mulyadi.

Dapat diinformasikan, kapal KM. Sumber Arum berbobot GT 25, panjang 18 meter, mesin 6 cilinder D14 dengan kapasitas BBM 10 drum (pulang-pergi).

 

Reaksi dan Komentar