Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB KIRIM WAKIL PADA DIKLAT REFORM LEADER AKADEMI LAN 2017 01/08/2

KEMENHUB KIRIM WAKIL PADA DIKLAT REFORM LEADER AKADEMI LAN 2017 01/08/2

MAKASSAR - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengirimkan wakilnya sebagai peserta acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Reform Leader Akademi LAN angkatan IX 2017, yang mengambil tema Kemaritiman dengan mengusung Rencana Aksi Nasional (RAN) : Laut Indonesia Bersih, Bebas Sampah 2025. 

Menurut Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Yogie Nugraha yang merupakan perwakilan dari Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa RAN kemaritiman akan diimplementasikan oleh 10 Kementerian/Lembaga (K/L) partisipan Diklat RLA sesuai dengan Rencana aksi masing-masing K/L.

Lebih lanjut, kampanye-kampanye awal kepada masyarakat dan stakeholder terkait tentang Laut Bersih Bebas Sampah sudah dimulai sejak 29 Juli 2017 di pantai Losari Makasar.

"Nantinya, pada awal bulan November 2017 gerakan aksi nasional "Laut Indonesia Bersih, Bebas Sampah 2025", akan dikampanyekan secara nasional oleh seluruh K/L peserta RLA angkatan IX 2017," ujar Yogie.

Diklat kepemimpinan "Reform Leader Akademi/RLA" angkatan IX tahun 2017 diikuti oleh 10 Kementerian/Lembaga/Pemda, antara lain Kemenko Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemen PU-PR, Kementerian Perdagangan, BPPT, Bakamla, Polri, dan Pemda setempat.

Diklat Reform Leader Academy (RLA) diselaraskan dengan program reformasi birokrasi nasional agar mampu mempercepat pencapaian sasaran reformasi birokrasi. Hal ini penting mengingat berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi masih banyak aspek yang tidak tercapai dalam program tersebut.

Adapun terdapat delapan area perubahan yang menjadi fokus reformasi birokrasi, lima area perubahan hanya berfokus pada perbaikan internal birokrasi tanpa memperhatikan aspek hasil dan output yang dirasakan masyarakat nantinya.

Ke delapan aspek reformasi birokrasi itu antara lain Organisasi, Tata Laksana, Peraturan Perundang-undangan, Sumber Daya Manusia Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Pelayanan Publik, Pola Pikir dan Budaya kerja Aparatur.  

"Proses reformasi birokrasi di Indonesia yang saat ini sedang berlangsung seolah jalan di tempat. Hiruk pikuk reformasi birokrasi yang diharapkan membawa dampak signifikan ternyata hasilnya justru tidak dirasakan masyarakat secara langsung. Untuk itu, perlu ada terobosan-terobosan agar reformasi birokrasi nasional ini lebih  berhasil," tutup Yogie.

Reaksi dan Komentar