Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Kumpulkan Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-Ro

Kemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-RoKemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-RoKemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-RoKemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-RoKemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-RoKemenhub Kumpulkan  Stakeholder Pelayaran Nasional untuk Perkuat Keselamatan Kapal Penumpang dan Ro-Ro

Jakarta, 29 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat langkah nyata peningkatan keselamatan pelayaran nasional, khususnya pada kapal penumpang dan kapal Ro-Ro, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan Rapat Pengarahan Nasional secara daring.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, dan diikuti oleh para Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), unit pelaksana teknis pelabuhan, Marine Inspector, ISM Auditor, serta manajemen dari perusahaan pelayaran nasional seperti PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Dharma Lautan Utama.

Dalam arahannya, Samsuddin menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Masih terjadinya kecelakaan kapal di beberapa waktu terakhir, disebabkan beberapa faktor , yaitu faktor Sistem manajemen keselamatan maupun teknis, menunjukkan bahwa kita semua, pemilik kapal, operator, nahkoda, syahbandar, merupakan satu kesatuan dari sistem keselamatan pelayaran yang pentahelix harus lebih aktif, lebih peduli, dan lebih disiplin dengan didukung infrastruktur yang memadai. Kapal yang tidak laik laut tidak boleh diberangkatkan dalam kondisi apa pun,” ujar Samsuddin.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat ini meliputi pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal, termasuk kelengkapan dokumen, kondisi fisik kapal, serta kompetensi dan kesiapan awak kapal.

“Kelaiklautan kapal tidak hanya soal dokumen. Kita bicara tentang nyawa manusia. Awak kapal harus benar-benar memahami tanggung jawabnya, dan Nakhoda harus berani menolak memberangkatkan kapalnya  jika ditemukan hal-hal yang membahayakan bagi kapal, muatan , serta lingkungan,” lanjut Samsuddin.

Selain itu, penguatan implementasi International Safety Management (ISM) Code juga menjadi sorotan utama.
“ISM Code bukan sekadar formalitas. Ini adalah standar internasional yang membantu kita mengelola risiko secara sistematis dan mendeteksi potensi kecelakaan sebelum terjadi,” tegasnya.

Rapat ini juga menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan uji petik (inspeksi acak kapal) oleh Marine Inspector serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pemantauan keselamatan kapal.

“Kami dorong penggunaan sensor, CCTV, dashboard keselamatan, hingga pelaporan data real-time ke pusat kendali. Dengan teknologi, kita bisa mengawasi lebih banyak kapal secara efisien,” ujar Samsuddin.

Kendala di lapangan seperti jumlah petugas yang terbatas, cuaca ekstrem, keterbatasan ketersedian kapal, hingga perubahan rute kapal juga dibahas secara terbuka.
“Kami menyadari tantangan ini. Tapi kuncinya adalah koordinasi lintas UPT dan sektoral, pemanfaatan teknologi, dan komunikasi yang solid antar petugas,” tambahnya.

Setelah sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama Marine Inspector dari seluruh Indonesia. Diskusi ini menjadi forum penting untuk mendengar langsung masukan dari lapangan dan memperkuat sinergi antar unit kerja di bidang keselamatan pelayaran.

Diharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh stakeholder pelayaran dalam menjamin keselamatan pelayaran nasional yang andal, aman, dan berkelanjutan.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, saya yakin kita bisa mewujudkan transportasi laut yang lebih aman dan terpercaya,” tutup Samsuddin.(SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar