Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB LAKUKAN TEST BED E-PILOTAGE PADA ALUR PELABUHAN TANJUNG PRIOK

KEMENHUB LAKUKAN TEST BED E-PILOTAGE PADA ALUR PELABUHAN TANJUNG PRIOK

JAKARTA (15/12) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan uji coba atau Test Bed E-Pilotage pada Alur Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2023 di Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (14/12).

 

Tujuan uji coba ini adalah untuk mendapatkan input serta evaluasi dalam rangka penyusunan regulasi, kompetensi SDM serta kesiapan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pemanduan secara elektronik (E-Pilotage). Selain itu Test Bed E-Pilotage ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran dari VTS melalui harmonisasi dan sinergitas antar petugas di lapangan dan pihak terkait yang terlibat langsung dalam Test Bed E-Pilotage pada alur Pelabuhan Tanjung Priok.

 

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan, adanya Revolusi Industri 4.0 sangat berdampak pada perkembangan teknologi informasi, termasuk pada teknologi pelayaran.

 

"Hal tersebut memungkinkan peluang untuk melakukan pemanduan secara elektronik (E-Pilotage) sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan kenavigasian kepada perusahaan pelayaran dan pengguna jasa untuk efisiensi dan peningkatan performa," ujar Dirjen Antoni saat memberikan sambutan pada acara Test Bed E-Pilotage secara daring.

 

Kegiatan Test Bed E-Pilotage ini termasuk dalam program Quick Wins Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dilakukan guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran dengan memberikan layanan pemanduan secara elektronik melalui stasiun- stasiun VTS pada 25 Distrik Navigasi di seluruh Indonesia.

 

"Oleh karenanya, aspek keselamatan pelayaran menjadi sangat penting ketika menggunakan pandu baik secara fisik ataupun secara elektronik, termasuk ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana kenavigasian," imbuhnya.

 

Menurut Capt. Antoni, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan E-Pilotage di antaranya terkait perumusan kebijakan, kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi SDM, dan legalitas asuransi yang menjadi tantangan bagi kita bersama.

 

"Untuk itu kita harus bersinergi dengan seluruh instansi dan stakeholder dalam pelaksanaan E-Pilotage guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia," kata Capt. Antoni.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kenavigasian Capt. Budi Mantoro mengungkapkan bahwa Test Bed E-Pilotage yang dilaksanakan di beberapa Stasiun VTS Distrik Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengacu pada ketentuan PM 4 tahun 2023 dimana terdapat 3 jenis metode dalam melaksanakan kegiatan E-Pilotage. Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok menggunakan metode pertama, yaitu terdapat pandu di atas kapal (Pilot on Board) dan pandu di VTS (Pilot on VTS)

 

"Pelaksanaan Test Bed E-Pilotage pada VTS Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok yang dilaksanakan kali ini merupakan Test Bed E-Pilotage yang kedua kali dimana pergerakan kapal mulai dari Ship Reporting Line s.d sandar di Dermaga, berbeda dengan pelaksanaan Test Bed sebelumnya pada tahun 2020 dimana pergerakan kapal dari Ship Reporting Line s.d area labuh jangkar sehingga pelaksanaan Test Bed kali ini memerlukan persiapan yang lebih matang" kata Capt. Budi.

 

Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Muhammad Anto Julianto mengatakan, sesuai amanah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi Pelayaran dan Tata Kelola Lalu Lintas Kapal di Perairan Indonesia, dalam meningkatkan pelayanan di bidang pelayaran khususnya pemanduan, dibutuhkan adanya pemanfaatan ketersediaan data elektronik yang ada di VTS.

 

"Hal tersebut dapat digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan petugas pandu dalam memandu kapal, sehingga kegiatan olah gerak kapal dapat berjalan secara lebih efektif dan efisien", ujar Anto.

 

Adapun kegiatan Test Bed E-Pilotage ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Test Bed E-Pilotage Disnav Tipe B Tanjung Priok dengan dukungan dari berbagai pihak, yaitu petugas pandu dari PT. SPJM (Subholding PT. Pelindo Jasa Maritim) dan kapal KMP. Sakura Express dari PT. BMNL (Bukit Merapin Nusantara Line). 

 

Pelaksanaan Test Bed E-Pilotage tersebut berjalan lancar, di mana Kapal KMP. Sakura Express berhasil sandar dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Priok melalui pemanduan secara elektronik dari VTS Tanjung Priok. Selanjutnya, hasil uji coba hari ini akan menjadi evaluasi dan acuan untuk meningkatkan pelayanan terkait keselamatan pelayaran khususnya di wilayah perairan Tanjung Priok.

 

Turut hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian/Lembaga terkait serta mitra kerja dan stakeholder terkait. (PF/MM/HB)

Reaksi dan Komentar