Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB MANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN SISTEM LAYANAN KAPAL DAN BARAN

KEMENHUB MANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN SISTEM LAYANAN KAPAL DAN BARAN

​BALI (17/10) - Guna mewujudkan sistem layanan kapal dan barang menjadi lebih baik, sehingga memudahkan para pengguna jasa transportasi laut memperoleh pelayanan yang cepat, transparan dan terukur, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 17 s.d 18 Oktober 2018. 

Kegiatan Bimtek TIK ini dibuka oleh Plt. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko dan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan, Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar, Kantor Otoritas  Pelabuhan Utama Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar, Kantor KSOP terkait, DPC INSA terkait, APBMI, ALFI dan Indonesian Ship Agency Association (ISA).

Dalam sambutannya, Capt. Wisnu Handoko mengatakan bahwa seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berinovasi agar memudahkan para pengguna jasa pelabuhan untuk memperoleh pelayanan yang cepat, transparan dan terukur.

Menurutnya, penerapan Inaportnet versi 1.0 dan 2.0 di pelabuhan, selain merupakan salah satu program Quick Win Kementerian Perhubungan juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan daya saing pelabuhan di Indonesia yang harus kita dukung bersama penerapannya bersama. 
WhatsApp Image 2018-10-17 at 14.53.43.jpeg
"Saat ini Inaportnet versi 1.0 telah diterapkan di 16 (enam belas) mulai dari Pelabuhan Belawan sampai dengan pelabuhan Sorong dan Inaportnet versi 2.0 telah diterapkan di 4 (empat) Pelabuhan Utama dan 1(satu) pelabuhan kelas satu Tanjung Emas, Semarang," kata Capt. Wisnu Handoko.

Lebih jauh Capt. Wisnu menjelaskan bahwa penerapan Inaportnet terus mengalami perubahan menyesuaikan kebutuhan operasional di lapangan seperti pengembangan isian barang cemar di modul warta kedatangan kapal yang merupakan komitmen bersama untuk pengawasan limbah yang dibawa oleh kapal. 

Selain Inaportnet, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut juga memiliki tanggung jawab terkait perijinan dan persetujuan operasional kapal baik domestik dan internasional di wilayah perairan Indonesia melalui sistem SIMLALA.

Penyempurnaan aplikasi seperti inaportnet dan SIMLALA terus diupayakan demi kelancaran pelayanan publik yang lebih baik.  Hal ini sebagai bentuk komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mewujudkan sistem layanan kapal dan barang menjadi cepat, transparan dan terukur.

“Tentunya sistem pelayanan di Pelabuhan yang berbasis teknologi dan komunikasi  ini masih perlu penyempurnaan sehingga diperlukan masukan saran dari semua pihak terkait agar ke depan bisa menjadikan sistem pelayanan ini menjadi lebih baik lagi," tutup Capt. Wisnu.


Reaksi dan Komentar