Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB OPTIMALKAN DIGITALISASI UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DAN HADAPI TANTANGAN BISNIS MARITIM GLOBAL

KEMENHUB OPTIMALKAN DIGITALISASI UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DAN HADAPI TANTANGAN BISNIS MARITIM GLOBALKEMENHUB OPTIMALKAN DIGITALISASI UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DAN HADAPI TANTANGAN BISNIS MARITIM GLOBALKEMENHUB OPTIMALKAN DIGITALISASI UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DAN HADAPI TANTANGAN BISNIS MARITIM GLOBALKEMENHUB OPTIMALKAN DIGITALISASI UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DAN HADAPI TANTANGAN BISNIS MARITIM GLOBAL


JAKARTA (7/12) - Penerapan digitalisasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pemangku kepentingan untuk menjalankan usahanya, terciptanya keamanan dalam bertransaksi serta mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses kegiatan di bidang pelayaran. 

Di samping itu, pelayanan terhadap kapal mulai dari masuk pelabuhan, sandar, bongkar muat dan keluar dari pelabuhan dapat dengan mudah diproses dan diawasi. Digitalisasi merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan pelayanan, menjawab tantangan bisnis maritim secara global, mendukung kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional yang bersih dan efisien, dan pada akhirnya akan menciptakan sinergi di antara semua pemangku kepentingan di bidang pelayaran.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut Tahun 2022 yang mengusung tema “Layanan Digital Hadapi Tantangan Global”, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Rabu (7/12).

Namun demikian, lanjut Arif digitalisasi bukanlah proses yang berdiri sendiri, karena selain digitalisasi, beberapa hal penting lain yang harus terus dicermati dan menjadi isu penting di bidang lalu lintas dan angkutan laut antara lain mengenai tarif petikemas, standar layanan penumpang, pengelolaan kapal milik negara, kebijakan operasional kapal pesiar domestik, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

“Dengan layanan digital, akan tercipta transparansi di antara instansi pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan. Digitalisasi dan proses online juga harus mampu mengatasi persoalan nyata” kata Arif. 

Untuk itu, Arif berharap agar dengan menerapkan proses digital pada layanan yang diberikan, semua prosedur administrasi di kantor maupun kegiatan teknis di lapangan, dapat menjadi lebih mudah, cepat, akurat, efisien dan tepat sasaran.

Sementara itu, Direktur Lalu Linas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengatakan bahwa Rakornis Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut tahun 2022 diselenggarakan dengan tujuan untuk memelihara kesamaan perspektif, menjalin komunikasi yang efektif, menjaga kekompakan serta sinergitas antara petugas bidang lalu lintas dan angkutan laut di kantor pusat dengan penyelenggara pelabuhan di daerah. 

Selain itu, lanjut Hendri, penyelenggaraan Rakornis ini juga dilatarbelakangi oleh rasa tanggung jawab petugas bidang lalu lintas dan angkutan laut yang besar di wilayah perairan NKRI dengan beragam latar belakang, tingkat sosial ekonomi, dan kondisi geografis wilayah kerja, disertai perubahan dan pengembangan sistem informasi, sehingga kerap menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda terhadap penerapan peraturan perundang-undangan, pelaksanaan tugas ataupun program kerja yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Hendri meminta agar para peserta Rakornis dapat berdiskusi dan bertukar pikiran serta menginventarisasi persoalan-persoalan yang mengemuka di wilayah masing-masing untuk dikoordinasikan dalam upaya mendapatkan solusi. 

Hendri berharap seluruh hasil pembahasan terhadap materi yang dilakukan dalam Rakornis ini, dapat benar-benar diimplementasikan dan ditindaklanjuti sebaik-baiknya oleh semua pihak terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mewujudkan pelayanan transportasi laut yang berkualitas sebagaimana harapan kita bersama.

Pada kegiatan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkesempatan memberikan arahan kepada kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.

Adapun yang menjadi perhatian dalam arahan Menhub adalah pentingnya peran transportasi laut dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tentunya untuk itu, Kementerian Perhubungan harus mampu mewujudkan konektivitas nasional, kinerja pelayanan dan keselamatan transportasi.

Reaksi dan Komentar