Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB OPTIMALKAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN

KEMENHUB OPTIMALKAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN

​

BANJARMASIN (23/10) – Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan Keselamatan Pelayaran, diantaranya melakukan uji petik, monitoring, serta evaluasi. Kemenhub menilai usaha tersebut juga harus diikuti dengan inovasi atau terobosan. 

Saati ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah berusaha melakukan terobosan-terobosan seperti peningkatan kinerja dengan penerapan teknologi digital dalam sistem layanan yang dimiliki. 

“Beberapa contoh penerapan teknologi dalam sistem yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut antara lain penerapan Inaportnet, tiket elektronik (e-ticketing), SIMLALA, sistem pendaftaran kapal online, sertifikat elektronik untuk kapal ukuran <GT.7,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (23/10).
WhatsApp Image 2019-10-23 at 10.57.05 (3).jpeg
Capt. Sudiono menambahkan, dalam waktu dekat Ditjen Hubla juga akan segera menerapkan Sistem Perkapalan dan Kepelautan (SIMKAPEL) serta sistem yang disiapkan oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

“Terobosan digital tersebut untuk lebih mempermudah, mempercepat serta memberikan kepastian waktu dan transparansi proses tanpa mengurangi aspek keselamatan” ujar Capt. Sudiono. 

"Diharapkan dengan niat dan usaha yang baik, serta penerapan teknologi untuk pelaksanaannya, cita-cita untuk mewujudkan pelayaran tanpa kecelakaan akan dapat terwujud," lanjutnya.

Tentunya, lanjut Capt. Sudiono, apabila yang berusaha dan bekerja keras hanya dilakukan oleh pemerintah saja, hal ini akan sulit tercapai. Cita cita pencapaian zero accident hanya dapat dilakukan apabila baik regulator, operator, dan user dapat bekerja sama, bersinergi dan saling mengingatkan untuk tercapainya cita-cita tersebut.

Menurut Capt. Sudiono, audit dan pemeriksaan rutin dalam rangka sertifikasi yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal serta pengukuran ulang terhadap kapal-kapal khususnya yang berukuran kecil, merupakan salah satu bentuk dari usaha pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memastikan kelaiklautan kapal. "Tentunya juga untuk menjamin keselamatan pelayaran pada lingkup yang lebih luas," ujarnya.

Upaya Ditjen Perhubungan Laut tersebut menurut Capt. Sudiono merupakan wujud implementasi visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk pembangunan infrastruktur di sektor maritim harus disertai dengan upaya peningkatan keselamatan.
WhatsApp Image 2019-10-23 at 10.57.05 (1).jpeg
Namun, Capt. Sudiono mengungkapkan, dalam penerapan aturan selalu saja ada kendala terhadap teknis pelaksanaan dilapangan. “Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda beda, Peraturan yang dibuat tidak selalu dapat dengan mudah dilaksanakan,” katanya.

"Untuk itu, dalam kesempatan yang baik ini, saya berharap dapat saling bertukar pikiran, bertukar pengalaman. Tentunya dengan hadirnya tim teknis dari kantor pusat diharapkan dapat membantu memberikan panduan secara teknis apa yang sebaiknya dilakukan dalam memecahkan kendala tersebut," kata Capt. Sudiono.

Kesempatan bertemu dalam kegiatan bimbingan teknis ini juga diharapkan sebagai bagian dari usaha mendapatkan informasi tambahan yang sangat berguna untuk menjadi referensi revisi ataupun pembuatan kebijakan dan aturan kedepannya.

Senada dengan Capt. Sudiono, Ketua Panitia Pelaksana Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran Capt. Diaz Saputra mengatakan, tujuan diadakannya Bimtek Keselamatan Pelayaran ini adalah dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran serta memberikan tambahan wawasan tentang pentingnya budaya keselamatan pelayaran. 

"Dengan bimbingan teknis ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan pelayaran menuju Zero Accident," kata Capt. Diaz, Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal.

Capt. Diaz menyebutkan, peserta bimbingan teknis ini berjumlah 60 orang, yang terdiri dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta para Owner dan Operator kapal di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. 

Pada kesempatan tersebut diserahkan juga 30 life jacket dari Unit Penyelenggara Pelahuhan (UPP) Satui kepada para operator kapal di bawah GT7.
WhatsApp Image 2019-10-23 at 10.57.05.jpeg
Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala KSOP Banjarmasin Capt. Mugen S Sartoto, KUPP Satui, KUPP Kintap, Disnav Banjarmasin, Bea Cukai, Polair, Kadishub Tanah Bumbu, dan stakeholder terkait lainnya.


Reaksi dan Komentar