Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Pastikan Layanan Transportasi Laut Dari dan ke Pulau Enggano Tetap Berjalan Dengan Skema Rede Transport di Tengah Kondisi Pendangkalan Alur

Kemenhub Pastikan Layanan Transportasi Laut Dari dan ke Pulau Enggano Tetap Berjalan Dengan Skema Rede Transport di Tengah Kondisi Pendangkalan AlurKemenhub Pastikan Layanan Transportasi Laut Dari dan ke Pulau Enggano Tetap Berjalan Dengan Skema Rede Transport di Tengah Kondisi Pendangkalan AlurKemenhub Pastikan Layanan Transportasi Laut Dari dan ke Pulau Enggano Tetap Berjalan Dengan Skema Rede Transport di Tengah Kondisi Pendangkalan AlurKemenhub Pastikan Layanan Transportasi Laut Dari dan ke Pulau Enggano Tetap Berjalan Dengan Skema Rede Transport di Tengah Kondisi Pendangkalan Alur

JAKARTA(23/6) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, menyampaikan bahwa layanan transportasi laut dari dan menuju Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, tetap berjalan meskipun sedang terjadi gangguan pada alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai akibat pendangkalan (sedimentasi). Kendala ini menyebabkan kapal-kapal besar tidak dapat bersandar di kolam pelabuhan.

“Kami sampaikan bahwa pelayanan transportasi laut dari dan ke Pulau Enggano tidak berhenti. Hanya saja, pola pelayanannya dilakukan secara khusus melalui embarkasi dan debarkasi di luar kolam pelabuhan menggunakan skema Rede Transport, hal tersebut didukung oleh kapal - kapal negara milik KSOP Kelas III Pulai Baai  bersama mitra/instansi terkait antara lain TNI AL, Basarnas, Polairud, serta bantuan dari kapal nelayan,” ujar Dirjen Perhubungan Laut,  Muhammad Masyhud.

Dalam mengatasi kondisi ini, Ditjen Hubla telah menugaskan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 untuk melakukan pengerukan alur pelayaran yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2025. Pengerukan dilakukan berdasarkan SK KSOP Kelas III Pulau Baai dengan target kedalaman -4 meter LWS dan total volume 99.000 m³ yang saat ini sudah mencapai 95 persen dari total pekerjaan. Setelah itu, guna menjamin kualitas layanan akan dilanjutkan dengan pengerukan lanjutan untuk mencapai kedalaman -6,5 meter LWS dengan volume 701.000 m³.


"Kami berupaya keras agar pengerukan ini selesai tepat waktu dan menjadi prioritas. Kami memahami kebutuhan masyarakat Enggano dan ini menjadi prioritas pemerintah," jelas Masyhud.


Dalam upaya percepatan pekerjaan pengerukan, PT Pelindo telah mengerahkan sejumlah kapal dan peralatan antara lain 5 unit kapal Cutter Suction Dredger (CSD), 3 Tug Boat dan alat bantu lainnya berupa 4 Excavator kapal tug boat , 2 welder dan 2 bulldozer.


Selama masa pekerjaan pengerukan pelayanan transportasi laut rute Bengkulu–Pulau Enggano tetap dilaksanakalan oleh kapal KMP. Pulau Tello milik PT ASDP Indonesia Ferry dengan penyesuaian terhadap kondisi cuaca dan ketersediaan bahan bakar serta mengutamakan aspek keselamatan pelayaran.

Selain itu, pelayanan transportasi laut juga dilakukan di Pelabuhan Linau Bintuhan sebagai alternatif untuk mendukung kelancaran logistik dan penyeberangan menuju wilayah Bengkulu bagian barat dan Pulau Enggano.

“Pelayanan tidak terputus. Kami hadir dengan solusi dan juga alternatif agar transportasi laut terus berjalan. Selain itu, koordinasi lintas lembaga terus kami lakukan demi menjamin layanan masyarakat tetap tersedia dalam kondisi apa pun. Transportasi laut ke Pulau Enggano tetap berlangsung dan akan terus kami tingkatkan kualitas pelayanannya seiring dengan proses normalisasi alur pelayaran yang sedang berjalan,” tutup Dirjen Masyhud.(SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar