Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB PERKETAT KEAMANAN SARPRAS TRANSPORTASI LAUT PASCA PERISTIWA LEDAKAN BOM DI SURABAYA

KEMENHUB PERKETAT KEAMANAN SARPRAS TRANSPORTASI LAUT PASCA PERISTIWA LEDAKAN BOM DI SURABAYA

​JAKARTA (13/5) - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meningkatkan pengamanan sarana dan prasarana transportasi laut serta melakukan pengawasan intensif pasca ledakan bom yang terjadi pagi tadi (13/5) di Surabaya.


Menindaklanjuti perintah Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi terkait peningkatan kewaspadaan dan pengamanan di titik simpul transportasi,  Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan pengendalian keadaan agar keamanan sarana dan prasarana transportasi laut tetap terjaga dan memastikan aktifitas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berjalan normal, maupun di seluruh sarana prasarana transportasi laut di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Dirjen Agus menyampaikan turut belangsungkawa dan mengutuk keras terjadinya ledakan bom di Surabaya yang telah memakan korban baik korban jiwa maupun harta benda.

"Tidak ada ruang untuk aksi terror dalam bentuk apapun. Indonesia tidak pernah takut atas segala upaya terror yang dilakukan. Kami tidak takut," ujar Dirjen Agus.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Junaidi mengatakan bahwa sarana dan prasarana transportasi laut di Indonesia khususnya di Surabaya tetap berjalan normal.

Terkait dengan pengamanan, Junaidi menjelaskan bahwa standar pengamanan di pelabuhan sudah berjalan dengan baik sesuai International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code.

Namun demikian, menurut Junaidi pihaknya akan melakukan pengawasan dan meningkatkan pengawasan pasca ledakan bom di Surabaya.

"Kepada seluruh personil keamanan di seluruh UPT Ditjen Hubla, agar memperketat dan meningkatkan pengawasan sistem keamanan sarana dan prasarana Terminal Penumpang, Pelabuhan, stasiun Vessel Traffic Services (VTS), Stasiun Radio Operasi Pantai (SROP), Terminal Khusus, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) ,dan objek vital lainnya serta menindak tegas bentuk aksi yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan serta kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Tetap waspada terhadap potensi ancaman gangguan  keamanan dan keselamatan," tutup Junaidi.


Reaksi dan Komentar