Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal PelniKemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal PelniKemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal PelniKemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal PelniKemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

JAKARTA (22/8) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kesiapsiagaan darurat di laut, sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola secara menyeluruh.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Safety Training yang diselenggarakan di atas kapal KM Kelud selama pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam. 

Disamping itu, Workshop Safety Training juga telah digelar di kapal Pelni lain, yaitu KM Nggapulu, KM Tidar, dan KM Doro Londa.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran perwira, Anak Buah Kapal (ABK), serta personel terkait. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan serta seluruh awak kapal memiliki pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat-alat keselamatan sesuai standar maritim internasional.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan pelaksanaan pelatihan secara langsung di atas kapal yang sedang berlayar atau on-board training memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam menghadapi kondisi operasional dan berbagai potensi risiko keselamatan di laut.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap awak kapal tidak hanya memahami prosedur keselamatan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Samsuddin.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di sektor transportasi laut.

“Kami berharap hasil dari workshop ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa terhadap jaminan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran,” tutupnya.

Sebagai informasi, rangkaian workshop mencakup pembekalan teori dan simulasi praktik langsung di atas kapal yang meliputi prosedur tanggap darurat (Emergency Response), pemantapan prosedur navigasi dan komunikasi dalam menghadapi situasi kritis di laut.

Materi juga mencakup simulasi penggunaan alat keselamatan kapal (Life-Saving Appliances), antara lain peluncuran sekoci, rakit penolong (liferaft), dan penggunaan jaket pelampung secara cepat dan tepat.

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan penanggulangan kebakaran (Fire-Fighting Equipment) melalui simulasi kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pemadam kebakaran di kapal.(PF/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar